Sajak-sajak : Karman Kamaludin Are
JAHILIAH
tuhan-tuhan palsu menangis
di tengah-tengah mayat malaikat mereka
yang mati oleh kemurkaan mereka
sampai damai hanya sebuah mimpi
mimpi yang menyemai harapan pada jalan panjang
lalu yang lain
risaukan mimpi yang tak datang jua
risaukan tuhan-tuhan yang berteriak
mendorong dan menyeret mereka pada perang
risaukan zaman yang semakin tak terpahami
menganiaya dan membelenggu jiwa-jiwa rapuh
ZAMAN
barangkali memang kita harus berjalan tanpa henti
sambil tetap mencoba memahami zaman ini
barangkali zaman yang dulu sirna
bakal datang menjelang di ujung jalan kita
atau justru tengah berada diantara kita
: saat tuhan-tuhan lain bermunculan
memaksa ketakberdayaan kita untuk tunduk
dan menghamba
bukankah Allah dan Muhammad adalah yang pertama
dan terakhir
bukankah sudah selesai kita renungi dongeng tentang
firdaus dan kesbaran ayub
barangkali kita harus berjalan terus
sambil tetap memahami zaman yang renta ini
ZAMAN II
ada yang ingin kukembalikan lagi padamu
anak-anakku yang manis
: dendang berzanji
ada yang ingin kukembalikan lagi kepadamu
gemuruh kaki-kaki berdebu berkejaran berebut
senja di alatar langgar
ada kegelisahan dalam hatiku
kerna kalian tak mengerti alif ba ta
dan alergi dongeng nabi
kerna kalian tak kenal ketegaran Ibrahim dan
kesabaran ayub.


