FKUB Diminta Redam Ketegangan dan Ikut Menjaga Kondusivitas Pilkades di Kabupaten Bekasi

BEKASI TERKINIDIBACA : 212 KALI

BOGOR, Tarumanegaranews.id – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bekasi diharapkan terus memperkuat perannya dalam menjaga kerukunan dan suasana kondusif masyarakat, khususnya di tengah dinamika pemilihan kepala desa (Pilkades) yang berlangsung di sejumlah wilayah Kabupaten Bekasi.

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bekasi, Robert Suwandi, saat menghadiri Jambore Kerukunan Lintas Agama yang dilaksanakan FKUB Kabupaten Bekasi di Vila Bukit Pinus, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jumat (18/9/2026).

Robert menilai FKUB memiliki posisi strategis karena melibatkan tokoh lintas agama yang memiliki kedekatan dengan masyarakat. Peran tersebut dinilai penting untuk membantu pemerintah menjaga komunikasi publik tetap sehat ketika muncul perbedaan pandangan di tengah masyarakat.

“FKUB harus menjadi bagian yang menjaga rasa aman dan persatuan. Informasi yang disampaikan kepada masyarakat harus bijak, jangan sampai justru memanaskan keadaan,” ujar Robert.

Menurutnya, dinamika Pilkades merupakan bagian dari proses demokrasi yang harus disikapi secara dewasa. Setiap warga memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi, namun hak tersebut tetap harus dijalankan dengan memperhatikan ketentuan dan aturan yang berlaku.

“Silakan menyampaikan aspirasi, karena itu merupakan hak masyarakat. Tetapi cara menyampaikannya harus tetap mengikuti aturan dan jangan sampai berkembang menjadi tindakan anarkis,” katanya.

Robert mengatakan, potensi ketegangan dalam kontestasi politik tingkat desa perlu dicegah sejak awal. Sebab, persaingan politik yang tidak dikelola dengan baik dapat merembet ke hubungan sosial masyarakat dan mengganggu kehidupan bersama.

Karena itu, ia mengajak para tokoh agama dan tokoh masyarakat yang tergabung dalam FKUB untuk terus membangun komunikasi dengan masyarakat. Pesan-pesan yang menyejukkan dinilai dapat membantu meredam emosi sekaligus mencegah berkembangnya informasi yang berpotensi memperkeruh keadaan.

“Jangan sampai karena fanatisme politik, masyarakat kita terpecah. Justru tokoh agama dan tokoh masyarakat harus menjadi penahan ketegangan dan membuka ruang dialog,” tegasnya.

Robert juga menekankan pentingnya mengedepankan musyawarah ketika terjadi perbedaan atau persoalan dalam pelaksanaan Pilkades. Menurutnya, penyelesaian melalui komunikasi dan dialog akan membantu menjaga hubungan antarwarga tetap baik meskipun memiliki pilihan politik yang berbeda.

Ia berharap momentum Jambore Kerukunan Lintas Agama tidak hanya menjadi ajang memperkuat toleransi antarumat beragama, tetapi juga memperkokoh peran FKUB sebagai mitra pemerintah dalam menjaga persatuan dan ketertiban sosial.

“Kerukunan bukan hanya soal hubungan antarumat beragama, tetapi juga bagaimana kita menjaga masyarakat tetap bersatu ketika menghadapi perbedaan pilihan. Pilkades harus menjadi bagian dari proses demokrasi yang tetap menjaga persaudaraan,” pungkas Robert.(Amh/Mnh/ags)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *