Aksi Jumsih, Camat Cibitung Libatkan 100 Personel, dan Imbau Warga agar Tak Bakar Sampah

BEKASI TERKINIDIBACA : 11 KALI

CIBITUNG, Tarumanegaranews.id – Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, melibatkan hampir 100 personel gabungan dalam aksi Jumat Bersih (Jumsih) di Kampung Utan, RT 003/RW 023, Kelurahan Wanasari, Jumat (16/10/2026). Kegiatan ini membersihkan sampah sekaligus mencegah kebakaran pada musim kemarau.

“Memang kami di kecamatan rutin melaksanakan kegiatan K3. Ini titik ketiga dalam dua bulan terakhir,” ujar Camat Cibitung, Encun Sunarto.

Aksi yang merupakan bagian dari Program Ketertiban, Kebersihan, dan Keindahan (K3) itu berlangsung di sepanjang Jalan Raya Bosih hingga Kampung Utan, termasuk area belakang RSUD Kabupaten Bekasi. Kegiatan sebelumnya digelar di Cibuntu dan Desa Muktiwari.

“Persoalan sampah masih menjadi tantangan di Cibitung karena wilayah ini memiliki karakteristik kawasan perkotaan, permukiman, dan wilayah penyangga,” katanya.

Jumsih melibatkan unsur kecamatan, Kelurahan Wanasari, kepolisian, Koramil Cibitung, Brigif TP 44, Yon TP Wanajaya, RT/RW, masyarakat, dan Tagana. Encun menilai penanganan sampah membutuhkan kolaborasi lintas unsur serta peningkatan kesadaran warga.

“Cuaca panas dan musim kemarau meningkatkan risiko kebakaran apabila tumpukan sampah tersulut api, termasuk akibat puntung rokok,” tegasnya.

Ia mengimbau warga menjaga kebersihan, tidak membuang puntung rokok sembarangan, segera mengangkut tumpukan sampah, dan tidak membakar sampah karena dapat mencemari udara serta memicu kebakaran yang merambat ke lingkungan sekitar.

“Kami mengimbau agar tidak ada lagi sampah yang dibakar. Sampah sebaiknya diangkut ke tempat yang sudah disediakan,” ungkap Encun.

Sebagai solusi jangka panjang, Kecamatan Cibitung mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui 144 bank sampah aktif. Warga diminta memilah sampah, menjual plastik bernilai ekonomis, serta mengolah sampah organik menjadi kompos atau bahan budidaya maggot.

“Kami juga akan memperkuat sosialisasi mengenai penerapan prinsip reduce, reuse, recycle (3R),” jelasnya.

Encun berharap edukasi dan kerja sama pemerintah dengan masyarakat dapat mengubah kebiasaan warga menuju zero waste, sehingga sampah dikelola dan memberi nilai ekonomi.

“Memang mengubah kebiasaan itu tidak mudah, tetapi melalui edukasi dan kerja sama, kebiasaan masyarakat bisa kita perbaiki,” tutupnya.

REPORTER : Amh/Mnh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *