Pemkab Bekasi Teken MoU dengan LKBN Antara

JAKARTA- Pemerintah Kabupaten Bekasi menjalin kerja sama dengan Lembaga Kantor Berita Nasional LKBN Antara perihal Penyebarluasan Informasi dan Potensi Daerah. Kepala Diskominfosantik Kabupaten Bekasi H Rohim Sutisna mewakili Bupati Bekasi H Eka Supri Atmaja menandatangani Perjanjian Kerjasama (PKS) antara LKBN dengan Pemkab Bekasi , di Jakarta, Jumat (13/09/2019) lalu.

Selain Pemkab Bekasi turut menandatangani MoU dengan LKBN Antara adalah Bupati Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Walikota Cilegon, Provinsi Banten serta Kadiskominfo Barito Utara, Provinsi Kalteng.

Kepala Diskominfosantik Kabupaten Bekasi H Rohim Sutisna mengatakan ruang lingkup Kesepakatan bersama ini adalah pemanfaatan lokasi publik untuk penyebaran informasi kepada masyarakat mengenai penyelenggara dan penyelenggaraan Pemerintahan, keharmonisan berbangsa dan kedaulatan negara, serta penyediaan dan pemanfaatan layanan berupa infrastruktur, sarana prasarana, aplikasi, data dan informasi bagi kebutuhan Masyarakat.

“Tahap pertama Perjanjian Kerjasama ini selain penyediaan konten daerah pada media-media yang dimiliki LKBN Antara, juga tentang Layanan Informasi Publik Media Dalam Ruang (TVC) i-Media dan Media Luar Ruang (Videotron) o-Media yang akan disediakan oleh LKBN Antara melalui Antara Digital Media. Porsi konten disepakati 60 Persen oleh LKBN ANTARA dan 40 Persen Konten lokal oleh Pemkab bekasi, “tambahnya.

Sementara itu Dirut PT IMQ Multimedia Utama Antara, Darmadi mengatakan, kerja sama dalam penyebarluasan layanan informasi publik akan dilaksanakan dalam bentuk pemasangan media publik baik “indoor” maupun “outdoor” di seluruh Indonesia, berupa megatron.

“Saat ini, sudah ada 20 kabupatan/kota yang melaksanakan kerja sama serupa. Indoor dipasang pada rumah sakit maupun tempat-tempat kerumunan publik sehingga pesan dari kepala daerah dan dinas-dinas bisa tersampaikan ke masyarakat,” katanya.

Ia menjelaskan, konten pada megatron yang akan ditanyangkan sebanyak 40 persen dari Pemerintah Kota Mataram, sedangkan 60 persennya pesan dari LKBN Antara yang isinya tentang informasi dari kabupaten/kota lain.

Dengan demikian, masyarakat Kabupaten/Kota bisa tahu kejadian dan mendapatkan informasi dari kota-kota lain, seperti dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan lainnya. Selain itu, sebagian informasi dari Kabupaten/Kota akan dipublikasikan juga melalui jaringan-jaringan media yang ada di Indonesia dan 52 perwakilan negara asing.

“Kerja sama ini tidak hanya berskala nasional, akan tetapi juga berskala internasional karena kami juga bekerja sama dengan kantor-kantor berita luar negeri,” katanya.

Dalam pengadaan alat ia mengatakan tidak perlu khawatir karena tidak akan mengganggu APBD maupun APBN sebab Antara akan bekerja sama dengan BUMN-BUMN lain.

“Jadi yang perlu dilakukan pemkot/pemkab saat ini hanya menyiapkan tempat saja, semuanya fasilitas dan perawatan akan kami siapkan. Sedangkan perizinan menjadi tanggungan pemerintah kota,” ujarnya.

Lebih jauh Darmadi mengatakan, selama ini LKBN Antara bekerja menggiring opini masyarakat agar selalu berpikir baik, dan menyakini negara bekerja sehingga dapat merasakan manfaat dari hasil kerja keras pemerintah.

Antara juga ingin memerangi berbagai berita hoaks yang tidak jelas sumbernya, karena jika masyarakat sekian hari diberikan berita-berita yang dapat menggiring opini masyarakat yang tidak sehat maka mereka akan mengganggap negara ini tidak ada.

“Tetapi Antara akan selalu melihat dari persepsi kepentingan negara, dan masyarakat tahu pemerintah bekerja,” terangnya. (taj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *