SERANG BARU – Pancasila harus menjadi pegangan hidup bagi bangsa kita. Pengalaman yg dialami bangsa lain yang menghadapi masalah disintegritas menunjukan perlunya sebuah ideologi yang bisa menyatukan berbagai macam perbedaan suku, bahasa, agama dan ras. “Pancasila yang kita miliki sudah teruji mampu menjadi perekat bagi kita semua, sehingga Negara Kesatuan Republik Indonesia bisa tetap berdiri tegak hingga sekarang,” demikian ditegaskan oleh anggota MPR RI drg. Putih Sari dalam acara Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Desa Cilangkara, Serang Baru, Selasa (26/11/2019).
Putih Sari mengingatkan potensi disintegrasi bangsa terjadi ketika masyarakat sudah terkotak-kotak, saling mencurigai dan memusuhi kelompok lain demi kepentingan ego kelonpoknya hingga terjadi konflik horisontal. Kelemahan itulah yang akan dimanfaatkan oleh bangsa lain untuk memecah-belah kita dan menguasai bangsa ini baik secara langsung maupun tidak langsung.
“Dengan sistem ekonomi global saat ini sangat mungkin sebuah negara yang menguasai ekonomi dunia bisa mengendalikan ekonomi nasional sebuah bangsa sehingga akan bergantung sama bangsa lain. Terjajah secara ekonomi,” ujar anggota Fraksi Gerindra DPR RI dari Dapil Jawa Barat VII ini.
Beruntung lanjut Putih Sari, bangsa kita sudah melewati ujian berat itu dalam 74 tahun perjalan Republik ini. Meski demikian menurutnya jika ideologi negara diabaikan dan nilai-nilai Pancasila tidak ditanamkan dari sejak dini bagi anak-anak bangsa, potensi disintegrasi bisa kembali menguat.
“Sosislisasi Empat Pilar MPR dilakukan dalam rangka memperkuat nilai-nilai ideologi Pancasila ditengah dinamika global yang tidak menentu, ditengah bayang-bayang krisis ekonomi dunia akibat perang dagang Amerika vs China,” tandas anggota Komisi IX DPR RI ini.
Untuk itu, Putih Sari kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melupakan Pancasila dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam mengamalkan sila pertama Ketuhanan yang maha Esa, ia mengajak agar masyarakat memperkuat nilai-nilai keimanan dengan rajin beribadah dan menjalankan perintahNya. Kemudian dengan mengamalkan sila kedua agar saling menghormati dan tolong menolong sesama manusia. Sila ketiga dengan mendorong agar masyarakat kita tetap menjaga persatuan drngan tidak mudah terhasut. “Banyak negara lain seperti India yang pecah gara-gara perbedaan agama, Timur Tengah juga mengalami perang saudara saudara karena perbedaan aliran meski agamanya sama,” imbuh Putih Sari.
Dengan nilai-nilai luhur Pancasila, Putih Sari yakin persatuan Indonesia akan terjaga dan NKRI akan tetap berdiri tegak dengan kebhinekaan yang terpelihara sepanjang masa. (har/taj)









