CIKARANG – Memiliki anggota keluarga yang sehat merupakan dambaan bagi setiap orang. Namun apadaya jika penyakit menyerang, semua orang tidak akan bisa mengelak. Seperti yang dihadapi oleh salah satu peserta JKN-KIS yang biasa dipanggil Apri (30).
Dirinya tidak menyangka bahwa anaknya yang masih kecil akan terserang penyakit. Namun, berkat hadirnya Program JKN-KIS yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan, ia mengaku terbantu saat menjalani pengobatan di rumah sakit.
“Saya sangat senang dengan adanya program jaminan kesehatan yang disediakan oleh Pemerintah ini. Semua kesehatan keluarga saya dapat terbantu oleh BPJS Kesehatan,” ujar Apri saat ditanya oleh tim Jamkesnews pada Selasa (07/01/2020).
Apri merupakan salah satu peserta JKN-KIS yang terdaftar disegmen Pekerja Penerima Upah (PPU). Di usia yang sudah menginjak kepala tiga ini dia membagikan pengalamannya menggunakan JKN-KIS. Apri menuturkan bahwa ia sangat beruntung ketika salah satu anaknya harus mendapatkan perawatan di rumah sakit lantaran penyakit yang dialaminya.
“Dulu pernah anak saya harus dirawat di rumah sakit Cibitung Medika karena penyakit gejala tipus yang dialaminya. Anak saya dirawat selama 3 hari waktu itu, dan syukurlah anak saya dapat sembuh dengan cepat,” tutur Apri.
Menurutnya, selama mendapatkan perawatan di rumah sakit, ia tidak dituntut untuk membayar biaya pengobatan anaknya, karena seluruhnya sudah dibayarkan oleh Program JKN-KIS. Selain itu, pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit sangat baik dan tidak membeda-bedakan peserta JKN-KIS.
“Untuk adiministrasinya sih mudah-mudah aja yang penting persyaratan kita lengkap buat prosesnya. perwatan itu seperti FC KTP, KK, dan kartu JKN-KIS nya sudah harus siap,” tutur pria asal tambun.
Ia juga menuturkan kepada masyarakat agar selalu membayar iuran tepat waktu. Menurutnya, iuran yang dibayarkan dengan rutin dan tepat waktu tiap bulannya akan sangat membantu peserta lain yang sakit serta membutuhkan perawatan. Sebagai contoh pengobatan untuk satu pasien gejala DBD dibutuhkan 80 peserta sehat yang rutin membayar iuran tepat waktu.
“Harap agar diganti jangan selalu beranggapan, karena tidak pernah merasakan manfaat langsung membuat kita enggan membayar iuran. Jadi pesan saya masyarakat jangan terlalu perhitungan, karena belum jatuh sakit. Banyak peserta yang kondisi sekarang sakit ingin bertukar tempat kepada peserta yang sehat yang rutin membayar iuran tepat waktu,” ujarnya. (Hk/rr/amh)








