CIKARANG – Bagi sebagian masyarakat Indonesia, jaminan kesehatan memiliki arti penting terutama dalam membantu mengatasi masalah biaya pengobatan yang terkadang tidak dapat diperkirakan besaran biayanya. Dengan adanya Program JKN-KIS yang diselenggarakan pemerintah melalui BPJS Kesehatan, banyak yang meyakini bahwa program tersebut merupakan program yang dapat membantu mengatasi kesulitan masyarakat terutama dalam mengatasi masalah biaya pengobatan.
Seperti yang diungkapkan oleh seorang peserta JKN-KIS, Amelia Junita Sari (22) salah satu peserta dari segmentasi Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta Mandiri, perempuan cantik yang kuliah di salah satu universitas swasta di Kabupaten Bekasi ini memiliki arti sendiri akan Program JKN-KIS. Baginya Program JKN-KIS bukan sebuah program yang menyusahkan masyarakat, melainkan program yang wajib dimiliki setiap orang dalam membantu menjamin kesehatan diri dan keluarganya dari berbagai penyakit yang menyerang.
“Program JKN-KIS itu bukan program yang menyusahkan masyarakat, program ini justru program yang bagus bagi masyarakatnya terutama dalam mensejahterakan masyarakat. Jujur saja bagi saya Program JKN-KIS itu termasuk kebutuhan primer kami sekeluarga. Karena kesehatan itu aset penting bagi setiap orang. Kita bisa kekurangan biaya bahkan sampai menjual barang berharga kalau kita sakit dan tidak memiliki jaminan kesehatan,” ujar Amel, Kamis (14/05).
Perempuan yang telah bergabung menjadi peserta JKN-KIS selama lima tahun ini menceritakan pengalamannya menggunakan Program JKN-KIS untuk membantu keluarganya mendapatkan biaya pengobatan, seperti pengobatan yang dilakukan oleh ibu dan juga keponakannya.
“Kebetulan yang baru make itu mamahku sama ponakanku. Kalau mamahku dipakai buat operasi sama buat kontrol penyakit kistanya. Kalau ponakan aku baru baru bulan kemaren make untuk rawat inap sama operasi kecil,” ungkapnya.
Saat ditemui tim Jamkesnews, Amel bercerita mengenai kronologis keponakan tersayangnya harus mendapatkan perawatan intensif lantaran penyakit yang di derita keponakannya.
“Keponakan aku itu sakit radang paru-paru. Nah, didekat paru-parunya ada cairan gitu jadinya dilakukan operasi kecil buat ngeluarin cairannya dan barengan diobatin dengan luka yang ada di lambungnya,” tambah perempuan yang sudah lama bergabung menjadi salah peserta JKN-KIS.
Di akhir pertemuan, Amel mengucapkan terima kasihnya atas program yang dapat membantu ia dan keluarganya untuk mendapatkan jaminan kesehatan yang murah namun sangat bermanfaat.
“Terima Kasih JKN-KIS, bukan jaminan kesehatan yang menyusahkan, namun terbukti dapat memberikan kemudahan bagi masyarakatnya dalam mendapatkan kesejahteraan dalam kesehatan. Apa yang saya bayarkan setiap bulannya sangat kecil, dibandingkan besarnya manfaat yang keluarga saya terima,” tutupnya. (HK/rr/amh).








