CIKARANG – Sebagai salah satu peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) segmentasi Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU), Agustina (21) yang akrab disapa Inong itu mengapresiasi program jaminan kesehatan yang diadakan oleh pemerintah. Inong mengakui dengan ikut menjadi salah satu peserta JKN-KIS ia tidak hanya dapat membantu dirinya ketika sakit namun dapat membantu meringankan biaya perngobatan peserta lainnya.
“Saya senang bisa ikut bergabung menjadi program unggulan pemerintah, dengan saya rutin membayarkan iuran JKN-KIS saya tidak perlu khawatir akan biaya pengobatan jika saya sakit. Walaupun saya tidak sakit, saya tetep bisa membantu peserta lain yang sakit dengan iuran yang saya bayarkan setiap bulannya,” ujar Inong , Kamis (23/04/2020).
Sebelum bergabung menjadi peserta JKN-KIS, Inong menceritakan pengalaman yang tidak mengenakkan lantaran ia harus mengeluarkan biaya pribadi untuk menyembuhkan penyakitnya. Kala itu, ia harus mengeluarkan biaya untuk kesembuhan penyakit yang menyerang telinganya. Inong menyebut, sejak saat itu, dirinya sadar akan pentingnya memiliki jaminan kesehatan.
“Dulu sekitar tahun 2017, sebelum ikut Program JKN-KIS, saya harus membiayai pengobatan. Waktu itu telingan saya sakit dan sangat mengganggu sekali karena sakitnya juga menjalar ke kepala. Sebelumnya memang sempat ditanya oleh perawat di rumah sakit memiliki kartu JKN-KIS atau tidak. Karena tidak punya, akhirnya saya menggunakan biaya sendiri. Saya pikir biaya pengobatannya murah, tapi ternyata sangat besar dan di saat itu juga saya jadi sadar kalau pentingnya punya asuransi kesehatan,” ujarnya.
Tidak hanya kejadian tersebut yang menyadarkan Inong akan pentingnya menjadi salah satu peserta JKN-KIS. Setelah mengetahui bahwa melalui jaminan kesehatan ini juga dapat membantu orang lain ia langsung berantusias bergabung dengan Program JKN-KIS dan tentunya membayar iuran tersebut secara tepat waktu dan rutin.
“Saya tahu Program JKN-KIS ini merupakan program amanah yang dapat membantu Indonesia dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakatnya terutama dalam meningkatkan kesehatan. Tidak ada ruginya dalam membantu sesama. Jika hari ini kita menolong orang lain maka suatu saat pasti kita juga akan ditolong, intinya saling gotong royong membantu sesama,” tutupnya. (HK/rr/amh).










