Hindari Hoax Program JKN, Esna Lakukan dengan Cara Ini…

CIKARANG – Di tengah perkembangan teknologi yang pesat membuat masyarakat mudah untuk dapat mengakses informasi yang ia inginkan. Namun tak jarang perkembangan tersebut memicu terjadinya informasi yang tidak sesuai antara fakta dan kenyataannya atau kerap dibilang informasi hoax. Sebagai generasi milenial, Esna (23) sering mendengar beberapa informasi mengenai Program JKN-KIS yang menyusahkan pesertanya seperti antrean yang panjang hingga susahnya mengurus administrasi untuk mendapatkan pelayanan.

Perempuan yang merupakan salah satu peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dengan segmentasi Penerima Bantuan Iuran (PBI) menolak informasi hoax mengenai pelayanan JKN-KIS. Menurutnya, persyaratan tersebut memanglah ada seperti syarat pengumpulan administrasi berupa kartu JKN-KIS. Namun ia rasa persyaratan tersebut tidaklah sulit dan memberatkan.

“Wajar kalau ada persyaratan. Bahkan jika kita menggunakan biaya sendiri pun pasti dimintai persyaratan data diri. Kalau kita pakai kartu JKN-KIS untuk berobat tinggal bawa kartunya terus udah deh bisa dipakai berobat, trus gratis lagi gak perlu pusing masalah biaya,” ujar Esna, Jumat (08/05/2020).

Esna-pun memberikan cara bagaimana dirinya memilih informasi yang menurut dirinya benar agar terhindar dari berita Hoax.

“Biasanya aku menyelidiki informasi itu dari mana sumber itu asalnya. Kalo ada yang janggal aku langsung buka aja handphone, dimana aku udah download Mobile JKN. Disana lengkap tentang hak dan kewajiban seputar kepesertaan program JKN. Alhamdulillah selama mengikuti prosedur saya mudah saja mendapatkan pelayanan kesehatan selama ini,” katanya.

Tidak hanya Esna, ia pun mengatakan kemudahan tersebut juga dirasakan oleh kedua saudaranya yang menggunakan kartu JKN-KIS untuk berobat anak-anaknya.

“Dulu anaknya kakak pertama saya sakit dan berobat pakai kartu JKN-KIS. Kalau anak abang kedua saya sering masuk rumah sakit karena tipes. Istrinya juga pake kartu JKN-KIS untuk lahiran, malah sudah dua dua kali pakai kartu JKN-KIS untuk lahiran caesar anaknya. Alhamdulillah gak ada masalah apapun semua lancar-lancar aja kok,” sambung Esna.

Ia pun menambahkan, hingga baru-baru ini kemudahan dalam mendapatkan pengobatan menggunakan kartu JKN-KIS dirasakan saat anak dari kakaknya yang kedua harus mendapatkan pengobatan di rumah sakit lantaran penyakit batuk pilek yang dirasa sudah cukup parah.

“Baru-baru ini, sebelum ada wabah Covid-19, keponakan saya masuk rumah sakit karena batuk pileknya parah. Sudah sembuh, dan setelah itu kembali sakit pencernaan buang air besar dan alhamdulillah masih bisa di cover pakai Program JKN-KIS. Bayangkan saja sebanyak itu kakak saya menggunakan kartu JKN-KIS-nya untuk berobat. Coba kalau di totalkan sudah habis biaya banyak kakak saya,” ujar wanita yang aktif di media sosialnya ini.

Di akhir perbincangan dengan tim Jamkesnews, ia pun mengucapkan apresiasinya lantaran Program JKN-KIS merupakan program yang sangat berjasa bagi ia dan masyarakat tentunya.

“Saya senang dengan adanya Program JKN-KIS. Membantu banget sih, apalagi kalau lagi darurat. Yang tiba-tiba harus ke UGD plus dirawat. Helpfull banget lah pokoknya,” tutup Esna (HK/rr/amh).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *