JKN-KIS Bantu Pengobatan Patah Tulang Reynaldi

BEKASI TERKINI, INFO KITADIBACA : 2.323 KALI

CIKARANG  – Kesehatan merupakan salah satu harta paling berharga ayng wajib dimiliki oleh setiap orang. Dengan kondisi sehat, masyarakat akan lebih mudah dalam melakukan berbagai aktivitas. Bahkan tidak sedikit orang yang mengalami kondisi sakit harus mengorbankan segala harta yang dimilikinya untuk memenuhi kebutuhan biaya berobat agar bisa kembali sehat. Di situlah peran sekaligus pentingnya memiliki jaminan kesehatan. Hal itu pun diungkapkan oleh salah satu peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) Reynaldi (23) yang terdaftar di segmen peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri.

Saat ditemui tim Jamkesnews, dirinya mengaku pernah memanfaatkan kartu JKN-KISnya untuk menyembuhkan penyakitnya. Kala itu, ia mengalami kecelakaan yang mengakibatkan tulang pahanya patah dan membuat dirinya harus menjalani pengobatan patah tulang. Kini Reynaldi pun harus menjalani pengobatan untuk memulihkan kondisinya.

“Saya kecelakaan di bulan juni 2019. Melalui Program JKN-KIS saya dapat menjalani pengobatan patah tulang sekitar 7 bulan yaitu  sampai bulan desember 2019. Awalnya saya tidak menyangka saya harus mengalami kejadian seperti. Bahkan ketika saya kecelakaan saya sempat tidak sadarkan diri. Untungnya orang-orang di sekitar lokasi kecelakaan saya membantu dengan sigap. Bayangkan jika tidak mungkin saya tidak selamat,” ujar Reynaldi, Jumat (05/06).

Dirinya sadar, memiliki jaminan kesehatan meruapakan salah satu yang harus diutamakan. Apalagi, semakin tingginya biaya pengobatan membuat tingginya harus berpikir dua kali untuk membiayai dirinya jika membutuhkan pelayanan kesehatan. Untungnya, Reynaldi sudah lama bergabung menjadi salah satu peserta jaminan kesehatan ini sudah mempersiapkan jaminan tersebut jauh hari.

“Saya sudah lama bergabung menjadi peserta JKN-KIS untuk berhaga-jaga ketika saya atau ibu saya sakit. apalagi ayah saya sudah tidak ada jadi  tidak ada yang bisa membantu biaya pengobatan yang mahal dan tidak bisa ditentukan besarannya. Saat ini saya menjadi peserta Program JKN-KIS  kelas tiga, sebelumnya saya kelas 1 tapi karena ibu  saya sudah pensiun saya ambil kelas tiga,” ujarnya.

Walaupun ia menjadi salah satu peserta JKN-KIS kelas 3, ia tidak mendapatkan perbedaan pelayanan seperti yang ia rasakan waktu kelas 1. Selain merasa bersyukur dan terbantu dengan Program JKN-KIS, Reynaldi  juga menyampaikan salam terima kasihnya kepada para peserta JKN-KIS yang selalu rutin membayar iuran. Ia juga berharap agar Program JKN-KIS menjadi program yang terus bekesinambungan kedepannya sehingga dapat membantu sesama.

“Yang saya rasakan selama ini ga ada kendala apapun mau saya kelas 1 ataupun kelas 3, Alhamdulillah semuanya baik dan saya tidak menemukan perbedaan dalam pelayanan. Terima kasih saya ucapkan kepada peserta JKN-KIS lainnya yang rutin membayarkan iuran. Dengan bantuan kalian, saya dapat mengobati patah tulang. Semoga Program JKN-KIS menjadi program unggulan dan terus ada kedepannya,” tutupnya. (HK/rr/amh).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *