Daeng Muhammad Dukung Bojongmangu Menjadi Destinasi Wisata Baru

BEKASI TERKINI, DESTINASIDIBACA : 3.526 KALI

BOJONGMANGU – Anggota DPR RI, Daeng Muhammad mengatakan, pengembangan destinasi wisata baru di Kabupaten Bekasi tidak harus dipertentangkan dengan adanya industri, bahkan keduanya bisa berdampingan dan saling menguatkan.

“Kita jangan mempersempit pemikiran antara pengembangan wisata dengan adanya industri. Justeru kita bisa mengembangkan tempat wisata yang berdampingan dengan industri. Bisa saja anak-anak muda yang secara mandiri mengelola tempat wisata meminta supporting dari industri atau kawasan untuk ikut mengembangkan potensi wisata yang ada di daerahnya,” kata Daeng, saat berkunjung ke Bukit Pasir Puntang, Desa Bojongmangu, Kecamatan Bojongmangu Kabupaten Bekasi, pada Minggu (02/08/20).

Di sisi lain, ia juga menyebutkan, banyaknya pekerja dan pelaku usaha di kawasan industri merupakan pasar potensial bagi tempat wisata di sekitarnya sebagai lokasi yang bisa dijadikan tempat refreshing.

Daeng menegaskan, konsep ke depan pengembangan wisata di Desa Bojongmangu membutuhkan langkah-langkah yang cerdas dalam memanfaatkan peluang yang ada.

“Cerdas dalam arti bagaimana memanfaatkan peluang sekecil apapun, sesulit apapun, agar menjadi peluang buat kita untuk bisa berdampingan dengan kondisi yang ada,” ujarnya.

Sebelum mengunjungi Petilasan Syekh Puntang, Daeng Muhammad ikut hadir dalam acara Diskusi Publik dengan tema “Menggali Potensi Wisata dan Kearifan Lokal Bojongmangu” yang diadakan oleh Pemdes Bojongmangu bersama Komunitas Wisata Bojongmangu (KWB) dan Karang Taruna Bojongmangu.

Dalam diskusi tersebut, Daeng menyampaikan, Kecamatan Bojongmangu yang secara geografis bernuansa pegunungan berpotensi menjadi destinasi wisata baru di Kabupaten Bekasi.

“Kalau melihat potensi Bojongmangu sebagai wilayah highland atau dataran tertinggi di Kabupaten Bekasi, kita bisa kembangkan misalnya wisata sepeda gunung, off road atau wisata alam lainnya, oleh anak-anak muda yang punya semangat untuk menjadikan Bojongmangu sebagai destinasi wisata baru,” ujarnya.

Selain menghadirkan Daeng Muhammad yang juga dikenal sebagai pegiat sejarah dan Budaya, diskusi tersebut menghadirkan pegiat sejarah Bekasi, Endra Kusnawan, Ketua Komunitas Historika Bekasi, Agah Handoko, Direktur Eksekutif Tiksa Institute, Ahmad Djaelani, Ketua PC Satria Ajuk Junaedi dan Presiden Facebooker Bekasi, Ebong Hermawan.

Acara diskusi yang dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Bojongmangu, Ibut Jari tersebut juga didukung dan dihadiri oleh sekitar 22 komunitas, lembaga dan ormas yang ada di Kecamatan Bojongmangu. (Son)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *