CIKARANG – Beredar surat keputusan digantinya Ketua DPRD Kabupaten Bekasi dari Aria Dwi Nugraha ke BN Holik Qodratullah dibenarkan Ketua DPC Gerindra, Nugraha Hamdan.
Surat dengan Nomor : 08-0143/Kpts/DPP-Gerindra/2020 itu merupakan keputusan dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Gerindra.
“Ya soal alat kelengkapan dewan (AKD) seperti Ketua DPRD dan ketua fraksi itu menjadi wewenang DPP. Jadi dari DPP memutuskan ketua DPRD yaitu BN Holik dan Ketua Fraksinya masih tetap Lydia Fransiska,” jelas Nugraha saat dihubungi awak media.
Pria yang biasa disapa Nunu itu menepis soal tudingan pergantian disebabkan imbas dari sikap ketua DPRD Aria Nugraha Nugraha soal Pemilihan Wakil Bupati. Aria menandatangani jika Pilwabup Bekasi diulang kembali. Setelah beberapa hari, Aria mencabut kembali sikapnya itu.
“Bukan soal itu, tetapi ini rentetan panjang, terutama soal komunikasi yang dibangun ke DPP, nah membangun komunikasi ini menjadi sangat penting,” katanya.
Nunu juga menilai, pergantian AKD di partai Gerindra menjadi hal yang biasa. Makanya, daa beraharap, partai Gerindra tetap solid dan terus melakukan yang terbaik untuk partai.
“Ya namanya politik, pergantian menjadi hal yang biasa. Kita juga gak tahu kedepan kemungkinan bakal ada pergantian lagi, yang terpenting ya tetap berkerja dan akan ada penilaian, jika kinerjanya baik ya dipertahankan jika kurang baik ya bisa diganti,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Pengganti, Baddarudin Nooreza Holik Qodratulloh mengaku akan bertanggung-jawab atas perintah yang dipercayakan DPP Gerindra. Ia berjanji bakal menjaga kondusifitas dan marwah lembaga yang bakal ia pimpin kedepannya.
“Saya akan melakukan konsolidasi yang lebih baik lagi, tugas Ketua DPRD termasuk cukup berat, ya karena Bekasi ini suhu politiknya harus bisa lebih kondusif, targetnya itu. Jadi saya tidak mau berbicara yang lain, karena saya tahu masalah Pilwabup Bekasi ini menjadi polemik yang berkepanjangan,” beber dia.
“Dengan adanya saya ditunjuk, paling tidak ada upaya-upaya untuk meredam suhu politik yang dinamis saat ini. Itu aja, upayanya nanti dilanjut, lihat perkembangan, karena saya apapun langkahnya harus berkoordinasi dengan Ketua DPC dan DPP termasuk ke Ketua Dewan Penasehat DPC, agus Sugianto,” imbuhnya.
Ke depan, ia berjanji akan lebih berhati-hati dalam mengambil setiap keputusan, dan meminta masukan dari semua pihak, agar apa yang diputuskan tidak menjadi persoalan di kemudian hari. (amh)









