Nulaila : Program JKN-KIS, Sedikit Iuran Segudang Manfaat

BEKASI TERKINI, INFO KITA, KESEHATANDIBACA : 3.575 KALI
“Alhamdulillah walaupun saya beralih dari peserta PPU menjadi peserta PBPU saya tetap akan menjalankan kewajiban saya, karena saya tau manfaatnya begitu besar”

CIKARANG – Sejak diselenggarakan Program JKN-KIS oleh pemerinth melalui BPJS Kesehatan, hingga saat ini sudah sebanyak 223.238.892 masyarakat bergabung menjadi peserta JKN-KIS. Sebagain besar peserta JKN-KIS mengatakan begitu besar manfaat yang ia terima ketika ikut Program JKN-KIS. Seperti yang diungkapkan oleh salah satu peserta JKN-KIS segmen Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) Nurlaila (45) yang datang bersama anak dan menantunya ke Kantor BPJS Kesehatan Cikarang untuk mengurus perpindahan peserta PPU ke PBPU.

Ia mengungkapkan dibandingkan dengan iuran yang harus ia bayarkan perbulannya tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan manfaat besar yang ia rasakan.

“Alhamdulillah walaupun saya beralih dari peserta PPU menjadi peserta PBPU saya tetap akan menjalankan kewajiban saya, karena saya tau manfaatnya begitu besar. Saya pernah melakukan pengobatan tidak hanya sekali namun beberapa kali ketika saya masih menjadi peserta PPU. Saat ini saya ingin mengurus perpindahan agar saya dapat menjaminkan kesehatan diri saya dan keluarga,” ujar Nurlaila.

Nurlaila mengungkapkan dirinya sangat takjub dengan program jaminan pemerintah ini lantaran penggunaan kartu JKN-KIS dapat menanggung seluruh biaya operasi ceasar anak bungsunya tanpa mengeluarkan biaya sepersen pun.

“Kita pake kartu JKN-KIS dari tahun 2015. Itu aktif dan terdaftar dari Bulan Februari, itupun waktu suami masih kerja di perusahaan jadi ditanggung perusahaan. Pas saya lahiran, bulan Maretnya saya langsung pakai untuk lahiran itupun Caesar langsung bisa dipergunakan. Alhamdulillah kita waktu memeriksakan untuk kelahiranpun pakai kartu JKN-KIS. Waktu itu saya lahiran di Rumah Sakit Cibitung Medika. Kliniknya di Klinik Husada Tambun,” ujarnya

Begitu besar peranan dan manfaat Program JKN-KIS Nurlaila mengajak menantunya Laras (21) yang sedang hamil 9 bulan untuk dapat mengurus jaminan kesehatan tersebut. Laras yang baru saja habis kontrak dari pekerjaannya langsung bergegas untuk segera mengurus kartu JKN-KIS untuk biaya persiapan lahiran anak pertamanya.

“Sebelumnya saya memang sudah punya kartu JKN-KIS juga dari PT. Cuma ketika habis kontrak dan posisi saya yang sedang mengandung saya bergegas untuk mengurusnya. Alhamdulillah walaupun belum pernah saya pakai tapi saya mau menggunakan untuk persalinan anak pertama saya. Setelah mendengar cerita dari pengalaman mertua saya, saya jadi begitu yakin akan kemudahan ketika nanti saya melakukan persalinan. Sungguh sangat luar biasa sih jaminan kesehatan dari pemerintah ini,” ujar Laras.

Nurlaila menceritakan pengalaman yang pernah ia alami ketika harus bertemu dengan pasien yang tidak menggunakan kartu JKN-KIS dan hanya membawa SKTM untuk mendapatkan pengobatan di rumah sakit. Ia sangat bersyukur sebagai peserta JKN-KIS ia mendapatkan pelayanan yang baik, namun tidak dengan peserta yang ia lihat hanya membawa SKTM.

“Waktu itu pernah ada pengalaman saat bawa suami ke rumah sakit, Alhamdulillah itu ditanganinya cepat. Masuk UGD jam 9 kita jam 5 udah dapet kamar. Tapi kalau yang pakai SKTM bisa satu hari satu malam di UGD baru dapet kamar. Disitu saya bersyukur sudah menggunakan kartu JKN-KIS,” ujar Nurlaila.

Di akhir pertemuan ia berpesan agar Program JKN-KIS agar dapat berjalan secara berkelanjutan dan dapat memberikan manfaat kepada semua masyarakat. (HK/rr/amh).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *