Jababeka Tandatangani MoU dengan Pertamina

BISNIS, NASIONAL, PROPERTYDIBACA : 1.920 KALI

JAKARTA – PT. Jababeka Tbk berkomitmen mendukung upaya pemerintah dalam pengurangan emisi karbon pada Tahun 2030 untuk pengembangan Green Industrial Estate dengan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT. Pertamina (Persero) pada Senin (18/01/2022) di Pullman Hotel, Jakarta.

Nota Kesepahaman yang ditandatangani oleh Nicke Widyawati  selaku Direktur Utama Pertamina (Persero) dan Budianto Liman selaku Direktur Utama PT. Jababeka Tbk, tersebut bertepatan dengan agenda Stakeholders Consultation oleh Business 20 (B20) yang merupakan rangkaian acara dalam Presidensi G20 oleh Indonesia, dengan tema “Partnership for Energy Sustainability & Decarbonization”.

Direktur Utama PT Jababeka Tbk Budianto Liman menyampaikan bahwa, sebagai rumah lebih dari 2000 tenant industri yang berasal dari 30 negara, Jababeka melihat bahwa saat ini terjadi peningkatan kebutuhan penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT) dari perusahaan multinasional khususnya yang memiliki komitmen global untuk dapat bersaing di pasar internasional.

“Salah satu visi Jababeka adalah menjadi pionir dalam green industrial estate. Karena itu, kita sepakat melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan PT. Pertamina (Persero),” ujarnya.

Budianto menambahkan bahwa penandatangan ini juga sebagai bentuk komitmen dalam menjajaki peluang kerjasama penyediaan layanan di kawasan industri yang memegang prinsip-prinsip keberlanjutan atau sustainable economic development.

“Setelah ini kita diharapkan ikut berkontribusi kepada agenda pemerintah dalam melakukan transisi energi. Adapun agenda transisi energi ini menjadi salah satu dari tiga prioritas Presiden Jokowi di samping kesehatan global dan transformasi digital dalam masa kepemimpinan Indonesia di G20 pada Tahun 2022 ini,”imbuhnya.

Senada Managing Director PT. Jababeka Infrastruktur, Agung Wicaksono yang juga merupakan Deputy Chair dari Taskforce B20 tentang Energy, Sustainability and Climate ini menyampaikan bahwa Jababeka ikut berkontribusi dalam agenda G20 ini, baik dengan keikutsertaan dalam memberikan policy recommendation melalui task force B20 untuk transisi energi yang berkeadilan maupun melalui business action dengan bekerjasama dengan Pertamina sebagai BUMN yang masuk dalam Fortune Global 500 pada peringkat 287 di dunia.

“PT. Jababeka Infrastruktur melayani para tenant yang diantaranya adalah perusahaan-perusahaan yang termasuk di dalam RE100 sebagai perusahaan global yang berkomitmen memperoleh listriknya dari sumber energi terbarukan,”ujarnya.

Disampaikannya PT. Jababeka Infrastruktur adalah subsidiary dari PT. Jababeka Tbk yang berperan mengelola infrastruktur untuk Kawasan Industri Jababeka di Cikarang sebagai layanan kepada pelanggan industri maupun residensial dan komersial.

Salah satu unit usahanya adalah PT. Bekasi Power sebagai perusahaan penyedia pasokan listrik kepada para tenant yang memiliki potensi besar untuk menghasilkan listrik dari sumber energi terbarukan.

“Kerjasama dengan Pertamina ini, diharapkan akan dapat meningkatkan pemanfaatan potensi energi terbarukan tersebut bagi kebutuhan para tenant,” tutup Agung.

Selain agenda penandatanganan MOU tersebut, acara ini menghadirkan para pembicara pemimpin bisnis dalam FGD dan plenary session. Selain itu, terdapat showcase proyek-proyek New Renewable Energy (NRE) Pertamina yang selama ini telah dilakukan oleh Pertamina. Sekadar informasi, kehadiran Nicke Widyawati di acara tersebut tak hanya sebagai Dirut Pertamina (Persero) saja tapi juga sebagai Ketua (Chair) dari Taskforce B20 tentang Energy, Sustainability and Climate. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU