CIKARANG BARAT – Coca-Cola Europacific Partners (CCEP) Indonesia menyelenggarakan pelatihan pengelolaan sampah berbasis rumah tangga dan pengembangan budidaya tanaman lidah buaya, di Desa Sukadanau, Kecamatan Cikarang Barat, Rabu (29/9/2022).
“Dengan memiliki pengetahuan seputar pengelolaan sampah, masyarakat jadi mengetahui manfaat dari sampah-sampah tersebut. Sehingga, perilaku masyarakat akan pengelolaan sampah menjadi lebih baik. diharapkan mampu membantu mengatasi persoalan lingkungan hidup, terutama sampah yang menjadi perhatian kita bersama,” ucap Corporate Affairs Manager CCEP Indonesia, Radita A. Wicaksana.
Dikatakannya Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian program pendampingan masyarakat dan pengembangan pelatihan sebelumnya, bertajuk Desa Bestari, yang diselenggarakan bersama dengan warga sekitar Pabrik Bekasi 1, Desa Sukadanau, Kecamatan Cikarang Barat. Sebanyak 30 peserta mengikuti pelatihan, yang didominasi kaum ibu dan wanita di wilayah tersebut.
“Tidak hanya sampah organik, peserta juga mendapatkan materi terkait sampah anorganik, dalam hal ini khususnya sampah plastik kemasan minuman. Melalui pengelolaan dan pemilahan sampah, masyarakat diharapkan mampu mendapatkan nilai tambah dari sampah-sampah tersebut, baik bersifat finansial maupun fungsional,”tambahnya.
Kedepannya, kegiatan ini akan terus dilaksanakan dengan materi pelatihan dan juga kegiatan yang lebih berkembang. Salah satunya, dengan pembentuk bank sampah, yang diharapkan mampu membantu mengatasi persoalan sampah di wilayah Kabupaten Bekasi
Sementara itu Ketua RT.007/013 Desa Sukadanau, Kecamatan Cikarang Barat, R. Nugraha mengatakan dalam kegiatan ini, para peserta dibekali kemampuan bagaimana mengelola sampah yang baik, termasuk bagaimana memilah dan mengelola sampah berjenis organik maupun anorganik. Tidak hanya itu, peserta juga dibekali kemampuan mengelola sampah organik menjadi pupuk kompos, sebagai penambah nutrisi tanaman, termasuk tanaman lidah buaya yang sudah beberapa bulan terakhir dibudidayakan oleh para peserta di rumah masing-masing.
“Pelatihan ini dapat menambah pengetahuan kami dalam hal pengelolaan sampah. Terlebih, dari hasil olahan sampah organik tersebut, dapat kami gunakan untuk menjadi pupuk bagi tanaman lidah buaya yang sedang kami budidayakan di sini,” ujarnya. (*/amh)









