Strategi Tutor Sebaya Dalam Pembelajaran Diferensial

ARTIKEL, OPINIDIBACA : 548 KALI
“Pembelajaran berdeferensial adalah pembelajaran yang mengakomodir kebutuhan belajar siswa, memfasilitasi siswa untuk belajar lebih banyak”
OLEH : NENENG HARTI SUSWATI (*)

Penilain atau asesmen adalah bagian dari tugas pokok guru dalam melaksanakan pembelajaran dan terpadu dalam kegiatan prosesnya. Hasil dari penilaian inilah yang menunjukan keberhasilan dalam proses pembelajaran. Oleh sebagian besar orang hasil penilaian terkadang digunakan untuk menunjukan penilaian keseluruhan diri pribadi siswa. Menilai siswa dalam kegiatan belajar mengajar adalah kegiatan mengukur kemampuan siswa terhadap materi yang sudah disampaikan sesuai dengan rencana kegiatan pembelajaran yang sudah direncanakan di dalam modul ajar.

Berbagai jenis penilaian dilakukan oleh guru yaitu penilaian awal (Pre Test), penilaian proses dan penilaian akhir (Post test). Penilaian yang dapat dilaksanakan pada awal kegiatan pembelajaran per sub materi pelajaran berupa penilaian awal. Penilaian yang dilakukan untuk mengetahui kemampuan awal yang dimiliki siswa tentang materi yang akan diberikan atau biasa disebut dengan pre test. Penilaian inilah yang akan menjadi dasar bagi guru untuk menentukan strategi penyampaian materi pada saatkegiatan belajar mengajar.

Kemampuan perencanaan berdeferensial harus dapat dilaksanakan oleh guru berdasarkan penilaian awal ini. Dalam proses pembelajaran dilaksanakan penilaian proses, penilaian yang dilakukan untuk mengukur kemampuan siswa secara keseluruhan melalui pemberian tugas, instrument dan teknik yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ditargetkan dalam modul ajar in dapat mengukur kemampuan siswa dalam bentuk penguasaan materi juga dapat menilai sikap atau karakter guna membentuk profil pelajar Pancasila.

Jangan salah menilai siswa, melalui penilaian proses setiap guru tidak akan melakukan kesalahan dalam melakukan penilaian. Sekecil apapun hal yang dilakukan oleh siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran akan memberikan kontribusi dalam peroleh nilai siswa.

Pembelajaran berdeferensial atau pembelajaran yang mengakomodir kebutuhan belajar murid , memfasilitasi siswa untuk belajar lebih banyak harus dikuasai oleh setiap guru untuk mendapatkan nilai yang sesuai dengan kodrat yang dimiliki oleh siswa. Membantu siswa menumbuhkembangkan rasa percaya diri mampu berkarya sesuai dengan tingkat kemampuannya.

Pembelajaran berdeferensial mengundang motivasi keingintahuan siswa terhadap materi yang diajarkan. Membangkitkan semangat siswa uatuk berbuat dan bertindak ikut dalam proses pembelajaran sekecil apapun. Guru secara aktif merespon kebutuhan belajar siswa dan mengelola managemen kelas aktif, kreatif, efektif, menyenangkan, gembira dan demokrasi.

Menggunakan strategi tutor sebaya dalam melaksanakan proses pembelajaran merupakan salah satu upaya pelaksanaan pembelajaran berdeferensial. Memberikan penguatan kepada siswa yang memiliki kemampuan lebih untuk dapat berbagi. Memberi kesempatan pada siswa dengan kemampuan kurang untuk belajar lebih banyak berbuat dan bertindak pada kegiatan kolaborasi pembelajaran.

Penilaian akhir atau post test adalah salah satu bentuk penilaian untuk mengukur kemampuan keseluruhan pemahaman atau pengetahuan siswa terhadap materi yang sudah diberikan. Penilaian akhir bukan nilai yang menentukan keberhasilan siswa, karena penilaian ini tidak dapat berdiri sendiri dan menilai secara keseluruhan kemampuan siswa.

Jika penilaian akhir digunakan sebagai alau ukur utama, maka penilaian proses akan tidak bermakna. Penilaian tidak mengukur secara utuh usaha dan sikap siswa dalam melaksanakan pembelajaran. Pada intinya kegiatan pembelajaran adalah proses pembentukan hasil belajar siswa yang holistic atau menyeluruh guna membentuk profil pelajar Pancasila. (*)

(*) Kepala Sekolah Penggerak SMPN 2 Babelan dan Anggota Dewan Eksekutif APKS-PGRI Kabupaten Bekasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *