APKS : Sekolah Butuh Dana CSR untuk Kembangkan Pendidikan

BEKASI TERKINI, INFO KITA, PENDIDIKANDIBACA : 2.193 KALI

CIKARANG PUSAT –  Wakil Ketua  Asosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis (APKS) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bekasi, Insanul Kamil mengaku sekolah membutuhkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mengembangkan sarana dan prasarana serta program pendidikan yang  ada di sekolah.

“Kita sudah menerima laporan dari kepala sekolah yang tergabung di K3S merasa kebingungan untuk kegiatan-kegiatan yang terkendala dengan dana BOS dan lainnya untuk mengembangkan program-program yang ada di sekolah,” ujar pada Selasa (08/08/2023).

Dikatakannya CSR bisa menjadi alternatif untuk membantu program-program di sekolah yang tidak tercover oleh  biaya baik yang berasal dari APBD maupun APBN. Meskipun diakui saat ini ada beberapa perusahaan yang peduli dengan kemajuan  sekolah di Kabupaten Bekasi.

“Mungkin saat ini bantuannya sangat terbatas, padahal saat ini memiliki 700 sekolah. Andai saja satu perusahaan  menjadi bapak asuh bagi satu sekolah itu sudah sangat membantu kemajuan sekolah tersebut. Apalagi kita memiliki ribuan perusahaan, ” tambah penggiat Seni Ujungan ini.

Dikatakannya saat ini proposal pihak sekolah terkendala dengan bentuk dan jenis kegiatan yang tidak sinkron atau tidak sama dengan CSR yang diberikan perusahaan. Sehingga dibutuhkan pendataan yang lebih akurat dengan CSR yang tersedia. Maka Dinas Pendidikan harus menjadi fasilitator dengan pihak perusahaan dan pihak sekolah.

“Saya pikir Disdik harus ambil peran  membentuk Pokja atau semacamnya sehingga proposal masuk satu pintu begitu juga bantuan bisa disalurkan sesuai dengan kebutuhan pihak sekolah. Selain itu sekolah memerlukan pendampingan dan bimbingan sehingga pelaporan tidak jauh atau  tidak melanggar atauran yang telah ditentukan ,” imbuhnya.

Selain itu dukungan masyarakat dan stekholder lainnya sangat dibutuhkan untuk mengembangkan dunia pendidikan di Kabupaten Bekasi khususnya yang berkenaan dengan program bapak asuh atau satu perusahaan satu sekolah. Termasuk di dalammnya DPRD, pihak perusahaan dan para pemangku kebijakan lainnya.

“Buat perusaahan yang ada di Kabupaten Bekasi sekolah kami masih sangat membutuhkan uluran perusahaan CSR dalam mengembangkan sarana prasarana serta kegiatan dalam pendidikan sehingga bisa lebih oftimalnya dan produk yang dihasilkan dari sekolah untuk dunia perusahaan lebih baik lagi,” terangnya. (*/amh)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *