CIKARANG BARAT – Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bekasi Adeng Hudaya mengatakan di tahun 2023 merupakan paling terbanyak terjadinya kasus kebakaran disepanjang 5 tahun ini.
“Iya, ditahun 2023 kemaren, kami cacat bahwa paling banyak terjadinya kasus kebakaran,” kata Adeng, Senin (04/03/2024).
Lanjut Adeng kebakaran tersebut hingga mencapai di angka 477, dan kebakaran tersebut di sebabkan tingginya tingkat panas di musim kemarau.
“Dampak dari suhu panas yang tinggi, menyebabkan para rumput atau pun ilalang mengering, sehingga tak ayal lagi rumput ilalang tersebut mudah terbakar,” jelasnya.
Lebih lanjut Adeng mengatakan, selain itu jenis kebakaran pun terjadi akibat kompor gas dan korsleting listrik yang banyak terjadi di rumah-rumah.
“Jadi, kami menghimbau kepada segenap masyarakat agar lebih berhati-hati dan waspada dan bilamana kebakaran itu terjadi, mestilah mempelajari bagaimana cara penanganan dan penanggulangannya,” imbau Adeng.
Sementara itu alam rangka mitigasi mengurangi resiko terjadinya kebakaran, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bekasi mengajak peran serta masyarakat
untuk memberikan pemahaman dan pencegahan dini terhadap bahaya kebakaran kepada masyarakat.
“Ia, Damkar Kabupaten Bekasi telah membentuk relawan dari elemen masyarakat di beberapa wilayah di Kabupaten Bekasi untuk mensosialisasikan serta memberikan edukasi kepada masyarakat luas,” kata.
Ada-pun, lanjut Adeng, pembentukan relawan tersebut, sudah terbentuk di tujuh kecamatan dan relawan tersebut nantinya akan terus dibentuk disetiap masing-masing kecamatan yang ada di Kabupaten Bekasi ini.
Untuk tugas dan fungsinya relawan tersebut adalah sebagai corong untuk memberikan informasi dan edukasi serta pemahaman dan juga penanggulangan dini terhadap kebakaran.
“Jadi, para relawan yang kami bentuk, salah-satu tugasnya adalah memberikan himbauan kepada instansi, atau rumah, baik rumah tinggal maupun tempat usaha agar memiliki tabung pemadam api ringan (APAR) ditempatnya. Dan juga memberikan himbauan kepada masyarakat agar tidak membakar sampah, terlebih lagi membakar sampah tanpa diawasi yang kemungkinan bisa menyebabkan terjadinya kebakaran,” jelas Adeng Hudaya.(*/dre)






