SETU – BPJS Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek Cabang Cikarang mengadakan sosialisasi program bukan penerima upah (BPU) kepada sejumlah mayarakat sekitar pesantren serta pegawai informal lingkungan di Yayasan Nurul Huda, Desa Cikarageman, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi Jumat lalu.
Kabid Kepesertaan BPJS Naker Cikarang, Indra Gunawan menyampaikan pihaknya menggandeng Ketua PCNU Kabupaten Bekasi, KH Atok Romli untuk mensosialisasikan program BP Jamsostek kepada unit-unit atau badan otonom di bawah PCNU Kabupaten Bekasi termasuk pesantren-pesantren NU yang ada di Kabupaten Bekasi.
“Kami hadir di Yayasan Nurul Huda terkait sosialisasi program Bukan Penerima Upah (BPU) kepada masyarakat disekitar pesantren khususnya pekerja di yayasan tersebut. Kita berharap semua pekerja bisa terlindungi dengan BPJS Ketenagkerjaan, ”ujarnya kepada FORMENEWS.ID.
Dia menyampaikan masyarakat yang terlindungi dengan BPJS Ketenagaakerjaan bila terjadi musibah meninggal dunia, kecelakaan kerja, ahli waris atau pekerja sendiri mendapat perlindungan dari pemerintah yang besarnya untuk meninggal dunia jaminan kecelakaan Rp 70 Juta dan beasiswa diberikan kepada ahli waris atau anaknya mulai TK, SD, SMP sampai perguruan tinggi.
“Total untuk dua anak sampai 170 Juta dan bila meninggal sakit atau meninggal bukan kecelakaan kerja kita berikan santuan Rp 40 Juta,” tambahnya.
Dia berharap program BPJS ini memasyarakat kepada semua lini pekerja bisa terlindungi dan mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan.
“Untuk jaminan kecelakaan kerja sendiri bila terjadi resiko kecelakaan seluruh biaya pengobatan dan perawatan di Kelas I itu dibiayai sampai sembuh termasuk biaya transport sampai nilai 5 Juta dan gajinya selama tidak bekerja akan dibiayai oleh BPJS Ketenagerjaan,” jelasnya.
Sementara itu Ketua PCNU Kabupaten Bekasi, KH Atok Romli sangat antusias dan menyambut baik sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan khususunya untuk program bukan penerima upah (BPU), kepada masyarakat sekitar pesantren dan pekerja di dalam lingkungan yayasan atau pesantren.
“Hari ini kita mengumpulkan warga sekitar pesantren yang profesinya bertani, berdagang , buruh dan alhamdulilah ada sekita 100 orang yang datang dan antusias mengikuti sosialisasi,”ujarnya.
Dikatakannya dengan sosialisasi tersebut diharapakan dengan masyarakat dapat mengikuti program ini suatu saat meninggal dunia atau kecelakaan sudah ada yang mengcover dari program ini.
“Yang paling menarik itu adalah iurannya sangat murah sekali cuma 16.800 rupiah per bulan yang mengvover kematian dan kecelakaan dan banyak sekali masyarakat yang gak tahu. Dan ini menjawab kekhawatiran BPJS Tenagakerjaan hanya menyasar pekerja dipabrik saja. Padahal kita mayarakat pun bisa memiliki itu. KIita mensuport sampai masyarakat tersadarkan dan mau menjadi anggota BPJS Ketenagkerjaan, ”terangnya (*/amh)











