BEKASI, Tarumanegaranews.id – SD Negeri Karangmulya 01, yang berlokasi di Desa Karangmulya, Kecamatan Bojongmangu, berhasil meraih peringkat ke-3 dalam ajang Lomba Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) jenjang Sekolah Dasar (SD/MI) tingkat Kabupaten Bekasi tahun 2025.
Penyerahan piagam penghargaan tersebut dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-75 Kabupaten Bekasi. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala SDN Karangmulya 01, Hj. Suhaya, kepada awak media pada Jumat, (22/8/2025).
Program UKS yang Berkelanjutan.
Guru SDN Karangmulya 01, Siti Mariyasih sebagai Koordinator UKS Sekolah, menjelaskan bahwa UKS telah menjadi bagian penting dari program sekolah dan bukan hanya aktif ketika lomba berlangsung. Salah satu bentuk implementasinya adalah melalui ekstrakurikuler Dokter Kecil (Dokcil), yang menjadi motor penggerak program UKS di sekolah tersebut.
Program UKS ini melibatkan siswa dari kelas 1 hingga kelas 6, dengan fokus pelaksanaan utamanya di kelas 4, 5, dan 6. Saat ini, terdapat 25 siswa yang menjadi kader UKS, yang berarti sekitar 10 persen dari total jumlah siswa di SDN Karangmulya 01.

Kegiatan dan Pencatatan Kesehatan Anak, Berbagai kegiatan rutin UKS antara lain :
Pemeriksaan kesehatan berkala (tinggi badan, berat badan, tumbuh kembang, kebersihan kuku, rambut, dan sepatu),
Imunisasi untuk siswa kelas 1 di awal tahun ajaran, Pencatatan hasil pemeriksaan ke dalam rapor kesehatan siswa.
Pencatatan ini penting untuk memantau perkembangan kesehatan siswa dari waktu ke waktu.
Sinergi dengan Stakeholder
Kepala SD Negeri Karangmulya 01 Hj. Suhaya, menyebutkan bahwa keberhasilan meraih peringkat ketiga ini tidak lepas dari kesinambungan program UKS yang didukung oleh dokumentasi lengkap serta kolaborasi dengan berbagai stakeholder, seperti : Puskesmas Karangmulya, Pemerintah Kecamatan Bojongmangu, Pemerintah Desa, Babinsa dan Bimaspol, yang turut aktif dalam sosialisasi bahaya narkoba, rokok, dan bullying.
Keunggulan lainnya, SDN Karangmulya 01 menjadi salah satu sekolah yang memiliki rapor kesehatan siswa sebagai bagian dari sistem monitoring kesehatan.
Penerapan PHBS dan Peran Orang Tua
Program UKS juga mendukung penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Siswa didorong untuk membawa bekal makanan sehat dari rumah, mencuci tangan menggunakan sabun di wastafel yang tersedia di setiap kelas, serta menjaga kebersihan diri sehari-hari.
Hj. Suhaya menambahkan bahwa keberhasilan ini juga berkat dukungan aktif dari orang tua siswa. Sekolah terus menjalin komunikasi yang baik agar program-program seperti UKS bisa berjalan optimal.
“Saya merasa bangga dan mengapresiasi dukungan dari orang tua siswa. Prestasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan program UKS dan menanamkan kebiasaan hidup sehat kepada seluruh siswa,” ujarnya.

Dengan prestasi ini, para siswa semakin semangat dalam menjaga kebersihan dan menjalankan pola hidup sehat, sebagai bagian dari budaya sekolah yang terus dijaga dan ditingkatkan. (Agus/Manah)



