Lokakarya Mini Lintas Sektor Ke-3 Puskesmas Karangmulya untuk Perkuat Koordinasi Lintas Sektor

KESEHATANDIBACA : 452 KALI

BEKASI, Tarumanegaranews.id – UPTD Puskesmas Karangmulya menggelar Lokakarya Mini Lintas Sektor (Lokmin Linsek) Ke-3 Tahun 2025, pada Kamis, (11/9/2025), bertempat di Kebun Buah, Desa Karangmulya, Kecamatan Bojongmangu. Kegiatan ini bertujuan memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mendukung program-program kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Karangmulya.

Kepala UPTD Puskesmas Karangmulya, drg. Prasetyaningtyas Agustrianti, MARS, yang akrab disapa dokter Fitri, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta atas kehadiran dan partisipasinya dalam kegiatan tersebut.

“Kami sengaja memilih lokasi yang berbeda kali ini, atas usulan dari pihak kecamatan bojongmangu, agar kita lebih mengenal potensi lingkungan sekitar, seperti Kebun Lengkeng ini,” ungkap dokter Fitri dalam sambutannya.

Dalam kesempatan tersebut, dokter Fitri menyampaikan empat isu prioritas yang menjadi fokus diskusi lintas sektor :

1. Evaluasi Kerja Sama Lintas Sektor

Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengevaluasi efektivitas kolaborasi antar-sektor dalam pelaksanaan program kesehatan, sekaligus mengidentifikasi tantangan serta kebutuhan dukungan yang masih diperlukan dari mitra lintas sektor.

2. Angka Kematian Ibu dan Bayi (AKI & AKB)

Tahun ini, tercatat dua kasus kematian di Kecamatan Bojongmangu (satu ibu dan satu bayi). Karena penanganannya tidak sesuai dengan SOP. Padahal standar AKI-AKB harus nol.

3. Screening Tuberkulosis (TB)

Puskesmas memiliki kewajiban melakukan pelacakan (tracing) minimal 8 kontak erat dari setiap pasien TB Paru positif. Namun, pelaksanaan di lapangan masih menghadapi kendala, terutama karena stigma masyarakat. Diperlukan dukungan lintas sektor untuk mengedukasi dan menghilangkan kekhawatiran terkait screening TB.

4. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk Ibu Hamil.

Kebutuhan gizi lengkap bagi ibu hamil menjadi perhatian penting. Tidak cukup hanya dengan suplementasi zat besi dan asam folat, tetapi juga diperlukan dukungan PMT yang bergizi seimbang melalui kegiatan Posyandu. Beberapa desa seperti Karangmulya dan Karangindah telah rutin memberikan PMT, dan diharapkan desa lainnya dapat mengikuti.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan dari semua pihak sangat penting, mulai dari kegiatan Posyandu, kunjungan rumah, hingga edukasi ke sekolah-sekolah. Walaupun ada angka kematian ibu dan bayi di tahun 2025 ini di Kecamatan Bojongmangu, namun sudah di follow up dengan berkoordinasi Dinas Kesehatan dan RMP dilaksanakan di kantor Kecamatan yang mendapat apresiasi karena dinilai terlihat kekompakan dan sinergitas dari lintas sektor di Kec. Bojongmangu,” tambah dokter Fitri.

Camat Bojongmangu, H. Shobirin, yang hadir dan membuka acara secara resmi, menegaskan pentingnya sinergi dan kepatuhan terhadap SOP dalam penanganan ibu hamil dan bayi.

“Angka kematian ibu dan bayi harus nol. Ini bukan hanya tugas Puskesmas, tapi tanggung jawab bersama semua pihak,” tegasnya.

Dalam sambutannya, beliau juga menyampaikan bahwa kondisi ketahanan pangan di Bojongmangu cukup baik, terutama dalam hal ketersediaan beras lokal pasca panen. Selain itu, ia menyinggung penguatan koperasi dan program desa presisi, di mana Desa Bojongmangu menjadi salah satu dari enam desa unggulan tingkat nasional.

Kegiatan Lokmin ditutup dengan diskusi interaktif dan masukan dari peserta, yang terdiri dari perwakilan desa, lintas sektor, tokoh masyarakat, serta kader kesehatan. Seluruh peserta diharapkan terus berkolaborasi untuk menanggulangi berbagai permasalahan kesehatan di masyarakat.

Dengan mengucapkan “Bismillahirrahmanirrahim”, Camat Bojongmangu secara resmi membuka Lokakarya Mini Lintas Sektor Ke-3 Tahun 2025.

Reporter : Agus-Manah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *