
BEKASI, Tarumanegaranews.id – Hingga dua tahun, tahun pelajaran berjalan, gedung Unit Sekolah Baru (USB) Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 6 Cikarang Selatan belum juga dibangun oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi. Kondisi tersebut menuai kekecewaan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah desa dan orang tua siswa.
Kepala Desa Sukasejati, Engkos Koswara, mengatakan bahwa keberadaan gedung SMPN 6 Cikarang Selatan sangat dibutuhkan. Pasalnya, hingga saat ini para siswa masih harus menumpang kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMP negeri lain di wilayah Cikarang Selatan.
“Gedung USB SMPN 6 ini sangat dibutuhkan. Sudah dua tahun menerima siswa, tapi sampai sekarang belum punya gedung sendiri. Anak-anak masih menumpang belajar,” ujar Engkos kepada Tarumanegaranews.id, Kamis (5/2/2026).
Engkos menyebut, kondisi tersebut juga menimbulkan kekecewaan di kalangan orang tua siswa. Terlebih, pada tahun anggaran 2026 pembangunan gedung SMPN 6 Cikarang Selatan tidak tercantum dalam draf perencanaan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bekasi.
“Orang tua tentu kecewa karena belum ada kejelasan. Apalagi di anggaran 2026 ini belum terlihat ada rencana pembangunannya,” ungkapnya.
Ia menambahkan, PT ISPI Group sebelumnya telah menyerahkan lahan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum) seluas 6.843 meter persegi yang berlokasi di Perumahan Villa Mutiara Cikarang 2 Blok H untuk pembangunan sekolah tersebut.

“Lahannya sudah ada, diserahkan oleh PT ISPI Group. Tinggal realisasi pembangunannya saja,” terangnya.
Sementara itu, Camat Cikarang Selatan, Muhammad Said, menyampaikan bahwa pihak kecamatan telah melaporkan persoalan tersebut kepada Asisten Daerah (Asda) II, Bappeda, serta Kepala Bagian Pembangunan Kabupaten Bekasi agar mendapatkan perhatian serius.
“Saya terus berupaya dan sudah menyampaikan langsung ke Asda II, Bappeda, dan Kabag Pembangunan agar paling tidak ada pembangunan yang bisa direalisasikan,” kata Said.
Ia menegaskan, pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMPN 6 Cikarang Selatan menjadi salah satu kebutuhan mendesak di wilayahnya. Menurutnya, meskipun sekolah tersebut telah dua tahun menerima siswa baru, hingga kini belum memiliki gedung sendiri.
“Saat ini kegiatan belajar mengajar masih menumpang di salah satu SMP negeri di Cikarang Selatan,” ujarnya.
Said menambahkan, pada tahun anggaran 2026 pembangunan di wilayah Cikarang Selatan baru terealisasi untuk renovasi total SMP Negeri 3 Cikarang Selatan. Renovasi tersebut dilakukan karena kondisi bangunan yang sudah rusak parah, termasuk tiga ruang kelas yang atapnya roboh.
“Itu memang sudah lama diusulkan dan ruang kelasnya juga sudah lama dikosongkan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Said menjelaskan bahwa belum terealisasinya sejumlah usulan pembangunan infrastruktur, termasuk pembangunan SMPN 6 Cikarang Selatan, disebabkan oleh kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada pergeseran anggaran di berbagai sektor.
“Namun kami masih berharap, apabila nanti terdapat kelebihan anggaran, wilayah kami bisa menjadi prioritas. Termasuk usulan pembangunan water pond di Perumahan Villa 2, Desa Sukasejati, yang rawan banjir,” pungkasnya.
Reporter : Agus/Manah




