SERANG BARU, Tarumanegaranews.id – Forum Silaturahmi Warga Muslim (FORSIL) Lippo Cikarang kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan menyalurkan bantuan air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan di Kecamatan Bojongmangu dan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, pada Agustus 2026.
Sebanyak 120 ribu liter air bersih disalurkan kepada warga di tiga desa, yakni Desa Karangmulya dan Desa Karangindah di Kecamatan Bojongmangu serta Desa Nagasari di Kecamatan Serang Baru. Bantuan tersebut didistribusikan menggunakan truk tangki berkapasitas 8.000 liter.
Ketua FORSIL Warga Muslim Lippo Cikarang, Ade Aan Wirama, mengatakan penyaluran air bersih merupakan agenda sosial rutin yang dilakukan setiap musim kemarau.
“Alhamdulillah, hari ini FORSIL Lippo Cikarang melanjutkan penyaluran bantuan air bersih ke Desa Nagasari sebanyak 40 ribu liter. Sebelumnya, FORSIL juga telah menyalurkan bantuan ke Desa Karangmulya dan Desa Karangindah pada Kamis (6/8/2026) dan Sabtu (8/8/2026),” ujar Ade saat penyaluran bantuan di Desa Nagasari, Rabu (12/8/2026).
Menurut Ade, kegiatan kemanusiaan tersebut terlaksana berkat dukungan warga Muslim se-Lippo Cikarang, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), serta informasi dari media dan pemerintah desa setempat.
“Kegiatan ini sudah beberapa kali kami lakukan setiap tahunnya. Alhamdulillah, pengurus masjid, warga, dan pemerintah desa sangat mendukung sehingga penyaluran bantuan dapat berjalan dengan lancar,” katanya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Nagasari, Embag, yang didampingi perwakilan pemdes nagasari Uus Gobel dan Edi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada FORSIL Lippo Cikarang atas bantuan air bersih yang diberikan kepada masyarakat.
“Saya mewakili warga dan Pemerintah Desa Nagasari mengucapkan terima kasih kepada warga Muslim Lippo Cikarang. Bantuan air bersih ini sangat bermanfaat bagi masyarakat kami yang terdampak kekeringan,” ujar Embag.
Ia mengatakan, FORSIL Lippo Cikarang secara konsisten membantu masyarakat di wilayah Kecamatan Bojongmangu dan Serang Baru setiap musim kemarau. Meski demikian, kebutuhan air bersih di wilayah tersebut masih cukup besar.
“Saat ini masih ada masjid, musala, serta warga yang terdampak kekeringan. Alhamdulillah, hari ini untuk sementara kebutuhan air bersih warga dan sarana ibadah yang terdampak kekeringan dapat terpenuhi,” jelasnya.
Embag menambahkan, bantuan air bersih menggunakan truk tangki hanya menjadi solusi sementara. Untuk mengatasi persoalan kekeringan dalam jangka panjang, diperlukan pembangunan infrastruktur penyediaan air bersih yang berkelanjutan.
“Solusinya adalah memperluas jaringan PDAM hingga ke rumah-rumah warga atau membangun penampungan air dan fasilitas MCK. Selain itu, perlu dibangun embung sebagai penampung air yang dapat diisi dari jaringan PDAM maupun sumur bor yang terhubung ke embung,” pungkasnya.
Reporter : Manah/Agus







