FORSIL Warga Muslim Lippo Cikarang Salurkan 40 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Bojongmangu

ADVERTORIAL_DIBACA : 271 KALI

BOJONGMANGU, Tarumanegaranews.id – Forum Silaturahmi Warga Muslim (FORSIL) Lippo Cikarang kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan di Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, Kamis (6/8/2026).

Sebanyak 40.000 liter air bersih disalurkan ke dua desa, yakni Desa Karangmulya dan Desa Karang Indah, menggunakan lima truk tangki berkapasitas masing-masing 8.000 liter.

Ketua FORSIL Warga Muslim Lippo Cikarang, Ade Aan Wirama, mengatakan kegiatan sosial tersebut merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap musim kemarau.

“Alhamdulillah, hari ini FORSIL Lippo Cikarang telah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 40 ribu liter ke Desa Karangmulya dan Desa Karang Indah. Bantuan ini diangkut menggunakan lima truk tangki dengan kapasitas masing-masing 8.000 liter,” ujar Ade saat penyaluran air bersih di Masjid Al-Huda, Desa Karang Indah.

Ia menjelaskan, kegiatan kemanusiaan tersebut terlaksana berkat dukungan warga Muslim se-Lippo Cikarang, dewan kemakmuran masjid (DKM), serta informasi dari media dan pemerintah desa setempat.

“Kegiatan ini sudah beberapa kali kami lakukan setiap tahunnya. Alhamdulillah, pengurus masjid, warga, dan pemerintah desa sangat mendukung sehingga penyaluran bantuan dapat berjalan dengan lancar,” katanya.

Sementara itu, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Karang Indah, Sanam Permana, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada FORSIL Lippo Cikarang atas bantuan yang diberikan.

“Saya mewakili warga dan Pemerintah Desa Karang Indah mengucapkan terima kasih kepada warga Muslim Lippo Cikarang. Bantuan air bersih ini sangat bermanfaat bagi masyarakat kami yang terdampak kekeringan,” ujarnya.

Menurut Sanam, FORSIL telah secara konsisten membantu masyarakat di wilayah Karang Indah dan Karangmulya setiap musim kemarau. Namun, kebutuhan air bersih masih cukup besar.

“Saat ini masih ada tujuh masjid dan 11 RT yang terdampak kekeringan. Dari sembilan masjid di Desa Karang Indah, hanya dua masjid yang masih memiliki persediaan air, yaitu Masjid di Kampung Cihanjuang dan Masjid di Kampung Baru,” jelasnya.

Ia menambahkan, bantuan air bersih melalui truk tangki hanya menjadi solusi sementara. Untuk penanganan jangka panjang, diperlukan pembangunan infrastruktur penyediaan air bersih.

“Solusinya adalah memperluas jaringan PDAM hingga ke rumah-rumah warga atau membangun penampungan air dan fasilitas MCK. Selain itu, perlu dibangun embung sebagai penampung air yang dapat diisi dari jaringan PDAM maupun dari sumur bor yang terhubung ke embung,” tutup Sanam.

Reporter : Manah/Agus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *