PMI Pusat dan Australian Red Cross Tinjau Posko Pengolahan Air Bersih di Serang Baru

BEKASI TERKINIDIBACA : 138 KALI

SERANG BARU, Tarumanegaranews.id – PMI Pusat bersama Australian Red Cross meninjau Posko Pengolahan Air Bersih PMI Kabupaten Bekasi di Kampung Tegal Kadu, Desa Sirnajaya, Kecamatan Serang Baru, Kamis (10/9/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung pengoperasian fasilitas pengolahan air bersih dalam membantu masyarakat terdampak kekeringan akibat El Niño.

Mewakili Bupati Bekasi, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, keberadaan posko pengolahan air bersih PMI memberikan dukungan nyata terhadap upaya pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan air masyarakat.

“Ini sangat membantu kami, BPBD, dalam hal pendistribusian air bersih pada saat penanganan bencana kekeringan. Dengan adanya lokasi ini, mobil tangki kami bisa mengambil air di sini untuk kemudian didistribusikan,” ujarnya.

Ia mengatakan fasilitas tersebut juga menjadi salah satu alternatif sumber air bagi armada yang melayani masyarakat di wilayah selatan Kabupaten Bekasi, terutama Cibarusah, Serang Baru, dan Bojongmangu.

“Untuk wilayah selatan, setiap hari kami menyiagakan sekitar tiga sampai empat armada. Armada lainnya kami mapping untuk membantu wilayah utara,” katanya.

Kunjungan PMI Pusat dan Australian Red Cross tersebut juga menjadi momentum untuk melihat secara langsung pemanfaatan dukungan yang diberikan kepada PMI Kabupaten Bekasi dalam penanganan kekeringan.

“Air yang diambil melalui mobil tangki lebih dominan merupakan air bersih. Sementara untuk air minum dikemas menggunakan galon agar kualitas dan kebersihannya tetap terjaga,” jelasnya.

Ketua PMI Kabupaten Bekasi, Ahmad Kosasih, mengatakan kunjungan tersebut menjadi bentuk perhatian dari mitra internasional terhadap upaya kemanusiaan yang dilakukan PMI Kabupaten Bekasi bagi masyarakat terdampak kekeringan ekstrem.

“Kami senang dan berbahagia karena hari ini banyak tamu internasional datang ke Water Treatment Kabupaten Bekasi. Ini merupakan salah satu upaya PMI dalam membantu masyarakat yang terdampak kekeringan ekstrem akibat El Niño,” tuturnya.

Menurut Ahmad, pusat pengolahan air bersih dan air minum di Tegal Kadu merupakan hasil kolaborasi PMI Kabupaten Bekasi dengan PMI Jawa Barat, PMI Pusat, serta sejumlah lembaga internasional, termasuk Australian Red Cross.

“Program ini didukung oleh PMI Pusat, PMI Provinsi Jawa Barat, dan lembaga-lembaga internasional. Hari ini kami menunjukkan bahwa dukungan dari negara donor tersebut betul-betul kami implementasikan di lapangan,” katanya.

Ia menambahkan, fasilitas tersebut telah beroperasi sejak 4 September 2026 dan hingga saat ini hampir 250 ribu liter air telah didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Pengolahan air sudah berjalan sejak tanggal 4, dan sampai saat ini sudah hampir 250 ribu liter air yang kami distribusikan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Ahmad berharap kunjungan tersebut semakin memperkuat kepercayaan dan kolaborasi antara PMI Kabupaten Bekasi dengan para mitra kemanusiaan dalam mendukung penanganan kondisi darurat.

“Dukungan mereka juga berupa sarana, seperti 10 tandon berkapasitas 5.000 liter dan lima tandon berkapasitas 1.000 liter, dengan nilai dukungan kurang lebih Rp180 juta,” pungkasnya. (ta/ags/mnh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *