Plt Bupati Asep Siapkan Normalisasi Saluran Kalibutek, Jalan Rusak Diperbaiki Lewat CSR

BEKASI TERKINI, INFO KITADIBACA : 324 KALI

SUKAKARYA – Plt Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja menyiapkan penanganan kerusakan jalan dan penyempitan saluran air di kawasan Kalibutek dan Kampung Pulo Glatik, Desa Sukaindah, Kecamatan Sukakarya, yang berbatasan dengan Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin. Penanganan difokuskan pada perbaikan jalan terdampak pembangunan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR), normalisasi saluran air, serta peningkatan produktivitas pertanian.

Peninjauan langsung dilakukan pada Selasa (13/10/2026), didampingi Plt Camat Sukakarya Bahrul Ulum dan tokoh masyarakat Ki Jaga Kali. Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut atas aspirasi masyarakat mengenai kerusakan jalan lingkungan, jalan usaha tani, dan penyempitan saluran air yang berpotensi mengganggu aktivitas pertanian.

“Jalan yang rusak akibat dampak pembangunan harus menjadi tanggung jawab perusahaan. Kita akan dorong perbaikannya melalui CSR agar tidak membebani APBD dan masyarakat. Dengan begitu, infrastruktur yang terdampak bisa segera ditangani,” ujar Asep.

Selain perbaikan jalan, Pemkab Bekasi memberikan perhatian serius terhadap penyempitan saluran air dari kawasan Kalibutek menuju area persawahan. Keberadaan bangunan di sekitar saluran dan sempadan sungai diduga menjadi salah satu faktor yang menghambat aliran air sehingga diperlukan penanganan berdasarkan kajian teknis di lapangan.

“Saluran air ini harus kita perhatikan karena berkaitan langsung dengan kebutuhan pertanian masyarakat. Penanganannya harus berdasarkan kondisi lapangan agar fungsi aliran air bisa kembali optimal dan kebutuhan irigasi petani tetap terpenuhi,” tegasnya.

Pemkab Bekasi merencanakan normalisasi pada titik-titik saluran yang mengalami penyempitan dan membutuhkan pemulihan fungsi. Penertiban bangunan yang menghambat aliran air akan dilakukan dengan pendekatan humanis, sedangkan lokasi yang masih memungkinkan untuk ditata akan diarahkan melalui penataan sesuai hasil kajian teknis.

“Kita tidak ingin penanganan dilakukan tanpa mempertimbangkan kondisi masyarakat. Jika memang membutuhkan normalisasi, kita sesuaikan dengan kajian teknis. Namun, apabila masih bisa ditata, tentu kita utamakan penataan dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku,” ungkap Asep.

Pelaksanaan penanganan akan dikoordinasikan bersama Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSDABMBK), pemerintah Kecamatan Sukakarya dan Cabangbungin, serta Pemerintah Desa Sukaindah dan Sindangsari. Koordinasi tersebut diperlukan untuk memastikan pembagian peran, kebutuhan teknis, dan tahapan pelaksanaan berjalan efektif.

“Kami berharap seluruh pihak terkait dapat berkoordinasi dengan baik agar penanganan jalan dan saluran air ini berjalan terarah. Tujuannya jelas, yakni memperbaiki infrastruktur, memperlancar aliran air, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” lanjutnya.

Tokoh masyarakat Ki Jaga Kali mengapresiasi langkah Plt Bupati Bekasi dan Plt Camat Sukakarya yang turun langsung meninjau kondisi wilayah serta menindaklanjuti masukan warga. Ia menilai perhatian terhadap infrastruktur perlu diikuti dengan penguatan sektor pertanian agar kesejahteraan masyarakat dapat meningkat secara berkelanjutan.

“Kami mengapresiasi perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi masyarakat di Kalibutek dan Pulo Glatik. Masyarakat siap berkontribusi positif dalam mendukung pembangunan, terutama untuk memperkuat sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Ki Jaga Kali.

Ia juga mendorong Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) untuk meningkatkan pendampingan kepada petani, khususnya mengenai tingkat keasaman tanah atau pH, kandungan unsur hara, serta teknik budidaya yang sesuai dengan karakteristik lahan setempat. Edukasi tersebut dinilai penting agar petani dapat menentukan metode pengelolaan lahan yang tepat.

“Petani membutuhkan pendampingan yang berkelanjutan, mulai dari pemahaman kondisi tanah, unsur hara, hingga teknik budidaya yang sesuai. Dengan pengetahuan yang memadai, petani diharapkan mampu meningkatkan hasil panen dan mengelola lahannya secara lebih optimal,” katanya. (

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *