HARUS KAYA

INSPIRASI, PENDIDIKANDIBACA : 2.022 KALI

Oleh: Sukur Sudan Hulu SE (*)

SAAT ini orang nomor satu terkaya dipegang oleh Jeff Bezos (Bos Amazon.com) dengan total kekayaan US$ 112 miliar . Gak tahu, sampai kapan orang ini tetap bertengger di puncak. Tapi yang positif dari beliau adalah, sekian persen dari hartanya selalu dia dermakan untuk sosial. Beberapa saat yang lalu dia donasi Rp 29,4 triliun untuk kehidupan para tunawisma. Mudah dia lakukan. Dia punya harta yang banyak.

Dalam islam, Harta bagi seorang muslim cukup di tangan, tidak di hati. Di tangan berarti punya kuasa dan kendali. Bukan harta yang mengendalikan, karena kalau sudah di hati, timbul motivasi yang negatif. Seolah harta itu cinta matinya kemudian dia menjadi kurang bijak terhadapnya. Finalnya seorang muslim itu harus sukses juga dan hartanya digunakan kepentingan dakwah.

Cuba lihat perjalanan hidup nabi mulia Rasulullah Saw,  Umur 6 tahun sudah punya peternakan besar. Usia 25 tahun sudah menjadi konglomerat. Eksportir sekaligus importir terkenal. Beliau punya kendaraan terbaik saat itu. Kuda bernama As-Sakb. Kuda juara. Pernah Rasulullah menang lomba menunggangi kuda itu. Kuda terbaik. Di arab, kuda terbaik sangat mahal harganya, apalagi kalau sudah pernah menjadi nomor 1.

Jika Rasulullah saja mampu punya kendaraan terbaik saat itu, kita pun bisa. Kadang kita, hanya mencontoh cara hidup nabi yang lain saja, setengah-setengah. Tidak semuanya. seperti qonaahnya beliau ditiru dan lain-lain. Padahal kesuksesan beliau juga mesti kita ikuti. Katanya ikutin sunahnya nabi? Masa gak bisa?? Meski memang susah minimal engkau ikhtiar maksimal untuk itu.

Baik, mari kita pindahkan kehidupan zaman nabi ke waktu saat ini. Jika nabi punya kendaraan nomor wahid saat itu, maka tinggal kita cari perumpamaannya. Yang sangat mudah yaitu kendaraan yang super mahal saat ini. Apa itu?? Mobil Koenigsegg CCXR Trevita harganya hanya $4.8 Juta, dengan kecepatan 410 km/jam. Maka, muslim seharusnya koleksi kendaraan ini. Bukan sebagai gagah-gagahan, minimal dengan punya itu, engkau mampu sampaikan bahwa muslim itu harus kaya, tidak inferior. Ajak ulama atau ustadz kendarai mobil itu untuk dakwah, makin berkah.

Siapa bilang muslim itu kere, muslim itu harus keren. (*)

Bogor, 7 Februari 2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *