Sajak-sajak : Karman Kamaludin Are
Kali Hati II
Apa yang mesti disesali
bila nyali laksana mati
tak pernah mampu menggapai
meski puisi bergayutan di pagi-pagi sunyi
Batu tak terusik isyarat
meski beulang-ulang bersuiran di depanmu
pantas kugores di batu hatimu
gambar cerah senyum
sering aku linglung dan buyar segala rasa
meski apa?
Kali Hati III
Pada kedatangan sakitku yang kedua
matahari tlah mulai tinggi
kutuk-kutuk lama tlah kubiarkan mengalir
hanyut bersama air
sedang muara entah dimana?
Kuyakin inilah muaranya
tempat bersatunya berlaksa-laksa kali
Kukenang-kenang kembali
saat kemarahan kita berdua
tapi… benarkah engkau marah
sedang sepi tetap saja tak kudengar







