Oleh: Sunarto M.Pd (*)
- PENDAHULUAN
Dalam kehidupan sehari-hari pada saat ini sistem infomasi nyaris tidak dapat dilepaskan, baik yang digunakan oleh setiap individu maupun institusi. Dalam institusi sekolah, sistem infomasi merupakan pendukung untuk pengelolaan manajemen sekolah. Terkait dengan hal tersebut salah satu kompetensi yang perlu dimiliki oleh manajer (kepala sekolah) adalah dapat “mengelola sistem informasi sekolah/madrasah dalam mendukung penyusunan program dan pengambilan keputusan”. Demikian seperti yang tertera pada Permendiknas No. 13 Tahun 2007 Tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah.
Adapun beberapa syarat yang harus dipenuhi demi terwujudnya pemanfaatan sistem infomasi di sekolah dalam pembelajaran, diantaranya :
- Adanya akses teknologi internet di sekolah.
- Adanya materi yang bermutu.
- Adaptasi dan produktivitas guru terhadap perkembangan teknologi infomasi
- Untuk menghindari pemanfaatan teknologi yang kurang bermanfaat.
Penerapan sistem informasi di sekolah untuk memudahkan akses layanan informasi terkait dengan manajemen dan perkembangan sekolah kepada orangtua peserta didik maupun stakeholder pendidikan.
Pada tulisan ini dibahas tentang penerapan sistem informasi di sekolah sebagai suatu kebutuhan saat ini.
- PEMBAHASAN
- Definisi Sistem Informasi
Beberapa definisi sistem informasi sebagai berikut:
- Menurut John F. Nash dan Henry Lucas dalam https://www.kompasiana.com menuliskan:
1). John F. Nash: Sistem Informasi adalah kombinasi dari manusia, fasilitas atau alat teknologi, media, prosedur dan pengendalian yang bermaksud menata jaringan komunikasi yang penting, proses atas transaksi-transaksi tertentu dan rutin, membantu manajemen dan pemakai intern dan ekstern dan menyediakan dasar pengambilan keputusan yang tepat.
2). Henry Lucas: Sistem Informasi adalah suatu kegiatan dari prosedur prosedur yang diorganisasikan, bilamana dieksekusi akan menyediakan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan pengendalian di dalam.
- Sedangkan konteksnya dengan dunia pendidikan .khususnya sekolah:
- Dalam(https://www.academia.edu/4028098/Sistem_Informasi_Pendidikan_Sistem_Informasi_Akademik_Sekolah), dinyatakan bahwa: Sistem informasi akademik di sekolah adalah system yang mengelola semua aktifitas yang berkaitan dengan kegiatan akademis, seperti proses pembelajaran, tugas, ujian, nilai, pengelolaan siswa dan guru, kelulusan, dan alumni.
2). Kemudian dalam https://sekolah.kamshory.com/, menyebutkan sistem Informasi Akademik Sekolah (SIAS) adalah sebuah program pengelolaan informasi akademik sekolah berbasis web yang dibuat oleh Kamshory Developer. Program ini dirancang untuk mengelola sekolah untuk semua jenjang mulai dari Sekolah Dasar, Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama dan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas. Program ini mendukung sekolah dengan berbagai jurusan.
- Kegiatan Yang Dilakukan Dalam Sistem Informasi
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam mengoperasikan system informasi di sekolah (https://ariefhari.wordpress.com/2016/10/06/744/) adalah:
- Input, yaitu menggambarkan suatu kegiatan untuk menyediakan data untuk proses.
- Proses, yaitu menggambarkan bagaimana suatu data diproses untuk menghasilkan suatu informasi yang bernilai tambah.
- Penyimpanan, yaitu suatu kegiatan untuk memelihara dan menyimpan data.
- Output, yaitu suatu kegiatan untuk menghasilkan laporan dari suatu proses informasi.
- Kontrol, yaitu suatu aktivitas untuk menjamin bahwa sistem informasi tersebut berjalan sesuai dengan yang diharapkan.
- Komponen Sistem Informasi
Masih dalam https://ariefhari.wordpress.com/2016/10/06/744/ yang merupakan komponen sistem informasi terdiri dari :
- Perangkat keras (hardware), terdiri dari komputer, printer, jaringan.
- Perangkat lunak (software).
- Data, merupakan komponen dasar informasi.
- Manusia (user).
- Daftar Modul-modul Pada Sistem Informasi Akademik Sekolah
SIM Sekolah dibagi ke dalam beberapa sistem yang semuanya akan terintegrasi saat dioperasionalkan, yaitu :
- Sistem Informasi Profil (Portal Sekolah) : yang nantinya akan berisi Profil Sekolah, Visi, Misi, Fasilitas, program-program, Berita/Artikel, kegiatan/agenda, informasi kesiswaan, forum, galeri foto, dan buku tamu.
- Sistem Informasi Personalia : yang berisi Data Guru dan Staf untuk mengelola informasi penting tentang tenaga pengajar maupun staf yang terdaftar di sekolah, seperti biodata, pangkat, jabatan, alamat, status bekerja, jam kerja, riwayat pendidikan, riwayat karir, riwayat pelatihan, tingkat kehadiran, info gaji dan lain-lain.
- Sistem Informasi Sarana dan Prasarana : berisi mengenai Manajemen Aset sekolah mulai dari penomoran aset, lokasi aset, penggunaan aset dan jumlah aset.
- Sistem Informasi Keuangan : akan berisi data pembayaran biaya pendidikan siswa, seperti SPP, uang pembangunan, dan biaya-biaya lain. Data pembayaran tersebut akan ditampilkan dalam format laporan yang akan memudahkan pihak sekolah dalam melakukan pemeriksaan dan evaluasi, seperti :
Ø Laporan siswa yang belum melakukan pembayaran
Ø Laporan siswa yang sudah melakukan pembayaran
Ø Laporan-laporan yang berkenaan dengan honor guru/karyawan
- Sistem Informasi Siswa : akan berisi data Penerimaan Siswa Baru, Biodata siswa, Pengelolaan Kenaikan Kelas Siswa (manual maupun otomatis), Pengelolaan Kelulusan/Alumni, Pencetakan Kartu Siswa, dan Pengelolaan Kedisiplinan Siswa.
- Sistem Informasi Akademik : berisi Pengelolaan Kurikulum, Penjadwalan Satuan Pengajaran, Pengelolaan Nilai Akademik Siswa dan Laporan Hasil Studi Siswa, dan Presensi Siswa dalam kegiatan PBM.
- Sistem Informasi Perpustakaan : berisi Pengelolaan buku, Pengelolaan anggota, Transaksi peminjaman dan pengembalian buku, dan Manajemen Arsip Digital.
- Sistem E-Learning : berisi Proses pendidikan menggunakan sistem online maupun intranet bagi siswa dan guru berupa modul sekolah, tanya-jawab, kuis online, maupun tugas-tugas. (http://massidiblogspot.com/2011/09/sistem-informasi-manajemen-di-sekolah.html)
Selain modul-modul tersebut di atas. Sistem Informasi Akademik Sekolah juga memiliki data-data master yang dapat diubah oleh pengguna setiap saat. (https://sekolah.kamshory.com/)
- Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan dalam Sebuah Sistem Informasi Manajemen Sekolah
Terdapat puluhan jenis software sistem informas yang tersedia dipasaran. Ketika memutuskan untuk membeli atau untuk membuat sebuah sistem informas, beberapa hal berikut perlu diperhatikan:
- Interoperability – antara satu sistem informas dengan yang lainnya sebaiknya memiliki basis data yang sama. Atau terdapat fitur impor dan ekspor data dari satu jenis data ke jenis data yang lainnya. Ini diperlukan agar sekolah tidak perlu mengentri data kembali ketika berganti sistem informas.
- Keamanan – karena sharing data merupakan aspek utama dari sistem informas, keamanan tentu saja menjadi perhatian utama. Perlu diberikan beberapa tingkatan keamanan untuk berbagai kelompok. Sebagai contoh, pimpinan sekolah, guru dan karyawan tata usaha masing-masing mempunyai kewenangan berdasarkan kepentingan masing-masing. Siswa dan orang tua dibatasi kewenangannya untuk mengakses informasi yang diperlukan.
- Pelayanan – kebanyakan pembuat software sistem informas memberikan pelayanan. Perlu diperhatikan kualitas pelayanan yang ditawarkan oleh pembuat software. Apakah layanan yang diberikan dapat dilakukan melalui email, telepon atau fax misalnya. Hal ini penting karena masalah teknis akan dijumpai ketika memasukkan data, serta dibutuhkan pula untuk melakukan update dan upgrade software.
- Pelatihan – berbagai bentuk training diperlukan; kerumitan penggunaan software dan pengalaman pengguna akan menentukan kedalaman pelatihan yang dibutuhkan. Dua isu yang perlu diperhatikan adalah biaya dan metode pelatihan (melalui tatap muka atau secara jarak jauh).
- Pemasukkan data – tujuan dari sistem informas adalah agar seseorang dapat memasukkan informasi sekali saja kemudian mampu menggunakannya berkali-kali. Metode pemasukkan data juga perlu diperhatikan secara khusus. Apakah data dimasukkan melalui keyboard, internet, PDA, handphone, optical mark reader (OMR), kartu gesek, atau diimpor dari sistem yang lain? Apakah dapat dilakukan pemasukkan data dari tempat yang lain, sebagai contoh, dari rumah? Apakah informasi dapat dimasukkan secara offline terlebih dahulu kemudian disynchronkan ketika terhubung ke dalam jaringan sekolah?
- Pengambilan informasi – beberapa pertimbangan penting adalah: bagaimana informasi dapat diakses, bagaimana cara melihatnya, siapa yang dapat mengaksesnya, serta apakah dapat dilakukan akses dari beberapa user yang berbeda dalam waktu yang bersamaan (multi-user).
- Biaya – terdapat beberapa tipe pembiayaan: lisensi per user, lisensi per institusi, lisensi tahunan atau pembelian langsung. Masing-masing memiliki keuntungan dan kerugiannya. Sekolah perlu memahami masing-masing tipe pembiayaan dan batasan masing-masing tipe.
III. KESIMPULAN
Dari pembahasan di atas dapat simpulkan beberapa hal seperti di bawah ini :
- Seiring perkembangan jaman sekolah idealnya mempunyai sistem informasi manajemen.
- Penerapan sistem informasi di sekolah merupakan bukti adaptasi terhadap perkembangan jaman saat ini khususnya dalam teknologi informasi.
- Dalam operasional sistem informasi komponen yang diperlukan adalah:
- Perangkat keras (hardware), terdiri dari komputer, printer, jaringan.
- Perangkat lunak (software).
- Data, merupakan komponen dasar informasi.
- Manusia (user).
- Penerapan system informasi di sekolah diperlukan untuk mempermudah memberikan akses layanan kepada orangtua peserta didik maupun stakeholder pendidikan terkait perkembangan sekolah.
DAFTAR PUSTAKA
- Permendiknas No. 13 Tahun 2007 Tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah.
- https://www.kompasiana.com. Diakses 13 Pebruari 2019
- https://www.academia.edu/4028098/Sistem_Informasi_Pendidikan_Sistem_Informasi_Akademik_Sekolah. Diakses 13 Pebruari 2019
- https://ariefhari.wordpress.com/2016/10/06/744/ Diakses 14 Pebruari 2019
- http://massidiblogspot.com/2011/09/sistem-informasi-manajemen-di sekolah. html Diakses 14 Pebruari 2019
- https://sekolah.kamshory.com/ Diakses 15 Pebruari 2019
(*) Penulis adalah Kepala SDN Mangunjaya 07, Kecamatan Tambun Selatan-Kab Bekasi


