Sunandar Minta Pemkab Pendekatan dengan Warga Burangkeng

BEKASI TERKINI, INFO KITADIBACA : 6.482 KALI

CIKARANG SELATAN – Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Sunandar meminta Pemerintah Kabupaten Bekasi, memenuhi tuntutan warga Desa Burangkeng, Kecamatan Setu. Pasalnya, banyak jalan dan drainase, yang harus segera diperbaiki akibat truk pengangkut sampah.

Dikatakannya tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Desa Burangkeng sebagai tempat titik terakhir sampah yang diangkut di Kabupaten Bekasi. Sehingga, sudah seharusnya tidak terjadi penutupan.

“Penolakan diajukan warga, Pemkab harus segera memenuhi tuntutan warga. Sehingga, TPA Burangkeng yang satu-satunya tempat pembuangan sampah, bisa beroperasi seperti biasanya,” kata Sunandar, Senin (4/3).

Ia mengatakan, pembahasan infrastruktur di Kecamatan Setu hingga pelebaran jalan menuju TPA Burangkeng di DPRD sudah sejak 2 tahun lalu. Sehingga dirinya meminta Pemkab Bekasi untuk melakukan pendekatan kepada warga.

“Drainase dan jalan memang harus diperbaiki. Sehingga, infrastruktur harus bagus. Apalagi pada Tahun 2016 sudah ada usulan pelebaran jalan,” kata pria berkacamata tersebut.

“Pemkab dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup, atau Kabid Kebersihan harus melakukan pendekatan dengan warga dan sosialisasinya harus disegerakan,” tambah Politisi Golkar tersebut.

Sementara itu, Kepala UPTD TPA Burangkeng, Maulana menambahkan, tuntutan warga yang melalui MUI, Karangtaruna dan warga lainnya, sudah memberikan surat tembusan sejak Jumat (1/3 lalu). Sehingga, pada Senin kemarin melakukan tuntutan untuk memperbaiki jalan dan drainase.

“Tuntutannya biasa ke Bupati ( Pemkab) untuk memperbaiki jalan dan drainase. Kebetulan kan memang suratnya mendadak banget (Jumat lalu),” kata Maulana.

Dikatakan Maulana, selain adanya penuntutan perbaikan jalan dan drainase, warga sekitar TPA Burangkeng juga menuntut adanya uang kerohiman (bau sampah). Tuntutan warga dibuat dengan membentuk Tim 17.

“Tuntutan warga sebelumnya tidak ada pembahasan (rapat, red) dengan pemerintah setempat. Ya langsung timbul untuk nutup TPA,” pungkasnya. (*/amh))

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *