Karya : SAKIRJAN S.Pd
Kala itu Tahun 1989 Udin lulus sekolah keguruan, bingung karena mendengar aturan dari berita radio bahwasanya lulusan keguruan harus menempuh jenjeng D2 baru bisa ikut seleksi guru.
Pasrah mengingat adik adiknya juga butuh biaya pendidikan. Akhirnya Udin pergi ke kota besar mencari kerjaan walaupun itu bukan cita citanya. Diterimalah dari sekian lamaran kerja du suatu perusahaan tekstil Udinpun sangat senang, betapa tidak dalam benak Udin bentar lagi akan mempunyai gaji, bisa membantu keluarganya terutama untuk biaya sekolah adik adiknya.
Tak terasa 6 tahun sudah bekerja di perusahaan tekstil Udin mulai merubah pikiran, Udin mencoba mencari informasi tentang perguruan tinggi di sekitar wilayah tempat kerja. Temen Udin memberi saran untuk melanjutkan kuliah di jalur pendidikan sesuai denngan pendidikan yang di tempuh sebelumnya.
Dengan berbagai pertimbangan dan masukan dari temen temen kerja akhirnya Udin masuk suatu perguruan tinggi dan mengambil jurusan Olah raga.
Empat tahun Udin kuliah dari hasil keringat sendiri akhirnya gelar S1 digenggamnya.Udin bahagia , menangis campur aduk menjadi satu ketika penyematan gelar S1-nya . Orang tua Udin bangga dengan anaknya. Yang pada akhirnya kini Udin menjadi seorang guru di mana cita cita itu pernah tertunda karena tidak adanya biaya.
(*) Pengajar di SDN CIBUNTU 05







