Hadapi Revolusi Industri 4.0, 100 Guru Ikuti RGP

TAMBUN SELATAN – Menghadapi revolusi industri 4.0 kebutuhan teknologi semakin besar. Hal ini dipastikan akan berdampak terhadap dunia pendidikan. Oleh sebab itu kemampuan dan kompetensi tenaga pengajar harus ditingkatkan.

Untuk mendukung hal itu, Sekolah Guru Indonesia (SGI) yang merupakan salah satu divisi dari Dompet Dhuafa menggelar Roadshow Guru Pemimpin (RGP) di Kabupaten Bekasi bertempat di Yayasan Al Muslim, Tambun Selatan.

RGP resmi dibuka Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Carwinda, “SGI melengkapi tugas pemerintah. Kita bersama-sama mendidik anak-anak kita. Kabupaten Bekasi baru saja meluncurkan pendidikan berkarakter,”kata Carwinda dalam sambutannya.

Ketua PGRI Kecamatan Tambun Selatan, Karman Kamaludin mengatakan para guru harus sudah siap menyambut perkembangan teknologi,”Dunia terus berubah, harus mulai berubah, jangan terjebak akan inovasi, kalau guru ketinggalan sangat miris,”kata Karman.

Sementara Ketua Panitia RGP, Rina Purwati mengatakan kegiatan ini diikuti oleh 100 peserta tenaga pengajar di Kabupaten Bekasi,”Ini program pertama di Kabupaten Bekasi. Ada 100 peserta dari delapan kecamatan,”katanya.

Ia mengatakan sengaja membatasi peserta agar dapat lebih menyerap materi dari narasumber,”Kita komitmen akan kualitas, bukan kuantitas. Empat hari jelang acara ternyata kouta sudah memenuhi,”paparnya.

RGP dimotori oleh 20 alumni guru yang sudah mengikuti SGI Master Teacher, “SGI Master Teacher, pelatihan meningkatkan kompetensi mengajar yang lebih banyak praktek. Di Kabupaten Bekasi baru angkatan pertama,” tutur dia.

RGP merupakan progam pelatihan singkat bersama Trainer SGI yang diadakan dalam rangka mengubah paradigma dunia mengajar dan mendidik untuk para para guru-guru dan calon guru  yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Perwakilan SGI Pusat Nazmy mengatakan RGP sudah diadakan di beberapa daerah di Indonesia, “12 provinsi sudah mengadakan. Para pengajar harus dapat menjalankan dengan setulus hati,”katanya.

Ia mengatakan menghadapi revolusi industri tidak hanya soal teknologi. Kepimpinan guru juga harus lebih diperhatikan, “Teknologi akan mengikuti, namun guru harus mampu membaca situasi,”terang dia. (mas/taj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *