Warga Bojongmangu Diajak Pahami Aplikasi Sapawarga

BEKASI TERKINI, INFO KITA, KABAR DESADIBACA : 3.378 KALI

BOJONGMANGU – Pendamping Desa Pemberdayaan (PDP) dan Pendamping Lokal Desa (PLD) bekerjasama dengan Pemerintah Desa se-Kecamatan Bojongmangu melakukan kegiatan pelatihan penggunaan gadget untuk mengajak Ketua RW agar memahami Aplikasi Sapawarga.

Kegiatan pelatihan tersebut di ikuti oleh ketua RW empat desa, yakni Desa Bojongmangu, Karangmulya, Karang Indah dan Desa Sukamukti, yang dilaksanakan di Aula Desa Karangmulya, Kemarin.

PDP Kecamatan Bojongmangu Ipan  mengatakan, Sapawarga adalah fasilitas gadget dan platform aplikasi yang dapat mempermudah warga dalam menyampaikan aspirasi, mendapatkan informasi, serta mendapatkan layanan publik. Program tersebut digagas Provinsi Jawa Barat yang dapat menjembatani komunikasi antara gubernur kepada warga.

Warga juga dapat lebih mudah dalam menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah Provinsi. Selain itu, Sapawarga juga menyediakan fitur pelayanan publik dan informasi yang dapat diakses masyarakat Jawa Barat. Peran pendamping dalam mensukseskan program Sapawarga adalah dengan memberikan pelatihan agar fasilitas yang diberikan kepada ketua RW dapat digunakan dengan mudah.

“Sapawarga diinstal di smartphone yang disalurkan oleh kepala desa kepada RW masing-masing, maka yang bisa menggunakan aplikasi adalah Ketua RW. Selain ketua RW, kepala desa atau perangkat desa juga bisa menggunakan Sapawarga dengan perangkat smartphone yang dimiliki oleh desa,” paparnya kepada FORMENEWS.ID, Selasa (24/12/2019).

Saat ini, katanya lagi, mekanisme penggunaannya hanya sampai di tingkat RW. Jika masyarakat ingin menyampaikan aspirasi atau memanfaatkan pelayanan publik di Sapawarga dapat menghubungi ketua RW. Fitur akan dikembangkan secara bertahap dan diharapkan bisa segera digunakan oleh masyarakat.

Fitur yang dimiliki oleh aplikasi Sapawarga meliputi fungsi aspirasi, yaitu untuk menyampaikan aspirasi, saran, keluhan, dan ide dari masyarakat melalui polling, survei, dan fitur pelaporan ke pemerintah daerah. Informasi, yaitu untuk mendapatkan broadcast informasi program pemerintah dan informasi penting, termasuk harga pangan, lelang, dan nomor kontak darurat. Pelayanan Publik, yaitu untuk efisiensi pelayanan publik, termasuk untuk pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Perizinan, dan Administrasi.

“Kegiatan ini bertujuan agar gubernur bisa berkomunikasi dengan masyarakat, hingga level yang paling bawah yaitu RW melalui aplikasi Sapawarga,” terangnya.

Tentunya, ungkap PLD Hamdi, outputnya, Gubernur bisa mengetahui bagaimana usulan atau aspirasi rakyat di wilayah yang paling kecil yaitu RW. Kaitannya dengan hal-hal yang sifatnya bagaimana membangun Jawa Barat lebih baik, efisien, tepat sasaran. Yang terpenting bagi ketua RW jangan berdiam diri jika belum bisa, jangan malu untuk bertanya.

“Dengan adanya aplikasi Sapa Warga pada setiap smartphone Ketua RW, masyarakat dapat dengan mudah menyampaikan aspirasi, informasi, serta pengaduan langsung kepada Gubernur Jabar Ridwan Kamil atau bupati/wali kotanya masing-masing, melalui aplikasi sapawarga yang ada pada Ketua RW,” tuturnya.

Ajak dia, untuk itu diminta seluruh Ketua RW se-Bojongmangu, dapat mengoperasikan aplikasi Sapa Warga tersebut. Untuk mempermudah, pemerintah pun telah resmi merilis Buku Pintar Sapawarga sebagai petunjuk dalam mengoprasikan aplikasi Sapawarga.

“Dalam panduan pengoperasian aplikasi sapawarga, juga  dijelaskan melalui media, mengenai tata cara pemasangan dan pengoperasian aplikasi Sapawarga yang akan digunakan oleh pemerintah desa dan Ketua RW, selamat bekerja,” pungkasnya.  (mnh/taj)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar