Bridging Sistem, Siap Wujudkan Pemangkasan Antrean di Rumah Sakit

CIKARANG- Dalam upaya meningkatkan mutu kualitas pelayanan kepada para pesertanya. BPJS Kesehatan Cabang Cikarang menyosialisasikan implementasi bridging sistem antrean bagi setiap rumah sakit Provider BPJS Kesehatan, Selasa (18/02). Sosialisasi ini dihadiri oleh Kepala Cabang BPJS Kesehatan Cikarang, Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Purwabeka, Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, serta 33 Direktur dan IT dari masing-masing rumah sakit provider BPJS Kesehatan.

Kepala Cabang BPJS Kesehatan Cikarang, Nurifansyah mengungkapkan sebagai badan penyelenggara yang menyediakan pelayanan kepada masyarakatnya, kebutuhan publik menjadi fokus dan konsentrasi utama BPJS Kesehatan. Tidak hanya meyediakan program yang dapat dinikmati, BPJS Kesehatan juga harus memastikan bahwa publik mendapatkan hak dan keadilan dalam mengakses jaminan kesehatan.

“Program JKN-KIS ini sebagai komitmen bersama kita untuk membangun masa depan Indonesia. Kebutuhan publik merupakan sesuatu yang tidak bisa kita abaikan. Sebagai pemberi layanan harus menyongsong apa yang dibutuhkan oleh publik dan sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Kita harus bisa memberikan pelayanan yang cepat, mudah dan juga efektif. BPJS Kesehatan selalu mengupayakan inovasi untuk mempermudah pelayanan kesehatan,” ujar Kepala Cabang BPJS Kesehatan Cikarang Nurifansyah.

Ia juga menuturkan dengan adanya penerapan bridging sistem antrean di setiap rumah sakit tidak hanya dapat memberikan kemudahan terutama dalam memangkas antrean yang menumpuk di rumah sakit, tetapi dapat juga memberikan transparansi informasi kepada peserta JKN-KIS.

“Dengan adanya penerapan bridging sistem, para peserta tidak perlu menunggu terlalu di rumah sakit, mereka bisa mengatur waktu untuk melakukan kunjungannya karena sudah dapat mengetahui antrean yang mereka dapatkan dan update antrean yang sedang berjalan. Selain itu para peserta juga mendapatkan informasi ketersediaan tempat tidur dari rumah sakit bagi yang rawat inap dan juga jadwal dokter,” ujar Ifan.

Sebagai salah satu rumah sakit provider BPJS Kesehatan, Direktur Rumah Sakit Annisa, Noor Arida Sofiana menuturkan sangat senang dengan adanya sosialisasi terkait antrean berbasis internet ini. Menurutnya dengan adanya penerapan sistem antrean tersebut, tidak hanya peserta yang merasakan manfaatnya. Pihaknya sebagai penyedia layanan juga merasa sangat terbantu lantaran efesiensi dan efektifitas layanan rawat jalan.

“Terus terang sebagai penyedia Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) sangat senang sekali terkait acara yang sangat positif ini. Aplikasi ini memang membantu peserta JKN-KIS dalam mendapatkan akses pelayanan rumah sakit, bagi kami sendiri memudahkan rumah sakit dalam efisiensi dan efektifitas layanan rawat jalan. Sehingga persepsi masyarakat terhadap rumah sakit juga baik,” ujar Direktur Rumah Sakit Annisa. (HK/rr/amh).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *