PDI Perjuangan Dorong Perda Pesantren di Jawa Barat

POLITIKADIBACA : 964 KALI

BANDUNG – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Ono Surono menegaskan pihaknya mendorong segera terwujudnya Peraturan Daerah (Perda) Pesantren di Provinsi Jawa Barat.

Saat ini pembahasan dan sosialisasi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pesantren masih terus dilakukan oleh Panitia Khusus (Pansus) DPRD Jawa Barat.

“Pondok pesantren memiliki fungsi sebagai lembaga pendidikan, dakwah serta lembaga kemasyarakatan. Untuk memaksimalkan fungsi-fungsi itu, diperlukan produk hukum turunan Undang-Undang No. 18/2019 tentang Pesantren dalam bentuk perda,” kata Ono saat membuka Fokus Group Discusion bertema Raperda Penyelenggaraan Pesantren di Jawa Barat melalui Aplikasi Zoom Meeting, Senin (6/7/2020).

Ono menambahkan, Jawa Barat memiliki jumlah Pondok Pesantren (Ponpes) terbanyak di Indonesia. Hampir 30 Persen Ponpes, kata Ono, berada di Provinsi Jawa Barat sehingga memerlukan perhatian khusus dari pemerintah daerah.

Perda Pesantren ini, kata Ono, diharapkan menjadi payung hukum bagi Pemprov Jawa Barat untuk melakukan pembinaan dan pemberdayaan terhadap Ponpes.

“Sehingga Ponpes sebagai wadah pembentukan insan berahklak mulia dan mengajarkan Islam rahmatan lil alamin ini benar-benar menjadi garda terdepan bagi terbentuknya Indonesia maju,” kata anggota Komisi IV DPR RI ini.

Ono menegaskan, PDI Perjuangan siap melakukan komunikasi secara terbuka dengan seluruh jajaran Ponpes dan organisasi Islam di Jawa Barat.

Karena, menurutnya 90 Persen lebih kader PDI Perjuangan beragama Islam. Selain itu, imbuh dia, banyak kader-kader banteng moncong putih merupakan santri-santri jebolan pesantren di Jawa Barat.

“Perlu diingat juga bahwa PDI Perjuangan mempunyai sayap partai Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi). Melalui organ itu, PDI Perjuangan akan hadir dan siap berada ditengah-tengah organisasi Islam dan Pesantren,” tandasnya.

Sementara Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Basarah yang menjadi keynote speaker dalam webinar tersebut menegaskan bahwa sosok Presiden Republik Indonesia I, Soekarno memiliki hubungan yang sangat erat dengan Islam dan juga tokoh-tokoh Islam.

Menurutnya, hubungan dekat Soekarno dengan tokoh Islam HOS Cokroaminoto (Sarekat Islam), KH. Ahmad Dahlan (Muhammadiyah) Ahmad Hassan (Persis) serta NU, yang menjadikan pemahaman Islam Bung Karno sangat kuat dan kokoh.

Hal ini pula yang mendasari pemahaman Bung Karno saat merumuskan bersama mau dibawa kemana bangsa ini.

“Bung Karno sadar kalau Islam dan nasionalisme dipisahkan atau diadu-domba maka hancurlah Indonesia,” ujar Ketua DPP PDI Perjuangan ini. (amh)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *