Program JKN-KIS Penyempurna Kesehatan Suwito

CIKARANG – Berbagai cara dapat dilakukan untuk menjaga tubuh agar tetap sehat dan terhindar dari virus corona, seperti dengan menjaga pola asupan makanan, menjaga kebersihan dengan cuci tangan yang baik dan benar serta meningkatkan sistem imun dengan salah satu cara yaitu berjemur. Dengan berjemur, kita dapat meningkatkan produksi vitamin D di dalam tubuh yang memiliki efek imunomodulator yang bisa memperbaiki sistem imun. Sistem imun ini menjadi pertahanan tubuh dalam melawan virus dan bakteri penyebab penyakit. Sementara itu, jika tubuh kekurangan vitamin D dapat menghambat pertumbuhan dan rentan terinfeksi virus maupun bakteri.

Di tengah pandemik COVID-19 banyak masyarakat berjemur untuk dapat meningkatkan sistem daya tubuh. Seperti yang dilakukan oleh salah satu peserta JKN-KIS dari segmentasi Pekerja Penerima Upah, Suwito (54). Saat ditemui tim jamkesnews di kediamannya, dirinya mengatakan sering menjemur badannya di bawah sinar matahari sesudah maupun sebelum datangnya COVID-19.

“Saya sudah lama membiasakan diri untuk berjemur dibawah sinar matahari. Sehabis berjemur biasanya badan saya merasa lebih segar. Tapi biasanya saya rutin berjemur ketika hari libur kerja saja yaitu sabtu dan minggu. Semenjak ada COVID-19 saya merutinkan untuk menjemur badan saya setiap harinya,” ujar Suwito, Kamis (16/04/2020).

Suwito mengatakan, dirinya membiasakan diri untuk menjemur badannya pada jam 10 pagi dengan durasi 10 hingga 15 menit. Menurutnya, jam tersebut merupakan waktu yang paling efektif untuk dapat berjemur dikarenakan dirinya bisa mendapatkan sinar yang cukup banyak untuk tubuhnya.

“Waktu untuk berjemur itu saya mulai dari jam 10.00 pagi, karena biar mencukupi paparan sinar mataharinya. Cukup 10 sampai 15 menit biasanya saya gunakan untuk berjemur. Kalau saya kerja di rumah biasanya sih saya gunakan 15 menit untuk berjemur, namun kalau kerja dan pas ga ada kerjaan yang urgent biasanya saya gunakan 10 menit untuk jemur. Ya dicukupkan saja yang penting berjemur,” ujarnya.

Tak lupa ia selalu membawa kartu Jaminan Kesehatan Nasional–Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di dompetnya. Baginya jaminan kesehatan merupakan aset terpenting selain menjaga pola hidup sehat, karena menurutnya sakit merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindari dan tanpa memandang kalangan.

“Walaupun saya sudah menjaga pola hidup yang sehat, saya tidak bisa menyepelekan pentingnya jaminan kesehatan, untungnya saya sudah didaftarakan dari perusahaan saya jaminan kesehatan JKN-KIS, jadi saya tidak perlu khawatir jika sewaktu-waktu saya sakit saya bisa berobat menggunakan kartu JKN-KIS tanpa mengeluarkan biaya satu persen-pun, jadi seperti penyempurna kesehatan saya lah kalau dibilang,” ujar salah satu karyawan swasta PT Hexindo pt adiperkasa tbk.

Di akhir pertemuannya, Ia berharap kedepannya agar Program JKN-KIS menjadi program ungulan yang dapat membantu Indonesia dalam mewujudkan keadilan terutama keadilan untuk mendapatkan jaminan kesehatan. (HK/rr/amh).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU