Sari : Kelas JKN-KIS Itu Pilihan, Bukan Paksaan Kok

BEKASI TERKINI, INFO KITA, KESEHATANDIBACA : 7.328 KALI

“Saya ikut kelas 3 dalam Program JKN-KIS, saya ikut sesuai kemampuan bayar saya, dan selama ini adik serta ibu saya berobat baik-baik saja, tidak ada diskriminasi dalam pelayanan sama sekali”

CIKARANG – Kesehatan merupakan salah satu aset terpenting dan paling mahal dalam kehidupan. Bahkan sebagian orang rela menghabiskan uangnya hanya untuk menyembuhkan penyakit mereka. Di zaman ini, penyakit sudah mulai berkembang, tak sedikit pengobatan harus ditempuh dalam mengobati penyakit tersebut. Oleh karena itu, pentingya memiliki jaminan kesehatan yang dapat melindungi diri dan keluarga dari besarnya biaya pengobatan yang tidak dapat di duga besarannya.

Sari (32) yang merupakan salah satu peserta JKN-KIS segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri mengungkapkan pentingnya memiliki jaminan kesehatan apalagi di tengah pandemi Covid-19 ini. Ia sudah lama menggunakan JKN-KIS sebagai jaminan kesehatan diri dan keluarganya. Menurut Sari, kelas dalam Program JKN-KIS itu merupakan suatu pilihan, sehingga masyarakat dapat memilihnya sesuai dengan kemampuan membayar iuran per-bulannya.

“Kelas JKN-KIS Itu Pilihan, Bukan Paksaan Kok. Walaupun iuran naik, saya bisa memilih hak kelas saya sesuai kemampuan bayar. Saya ikut Program JKN-KIS sudah lama. Saat ini saya ikut kelas 3 dalam Program JKN-KIS, saya ikut sesuai kemampuan bayar saya, dan selama ini adik serta ibu saya berobat baik-baik saja, tidak ada diskriminasi pelayanan,” ujar sari. (22/5) Tambun selatan.

Walaupun sari belum pernah menggunakan kartu JKN-KIS, adiknya pernah memanfaatkan kartu JKN-KIS untuk pengobatan penyakit typuss-nya.

“Alhamdulillah saya belum pernah menggunakan kartu JKN-KIS karena saya masih diberikan kesehatan. Tapi adek saya pernah menggunakan kartu JKN-KIS untuk berobat. Waktu itu sih karena sakit tifus. Untung saja kami sudah mendaftar menjadi peserta JKN-KIS karena biaya perawatan apalagi rawat inap itu pasti  mahal sekali. Selama pengobatan juga tidak ada kendala sama sekali,” ujarnya.

Perempuan yang bekerja di salah satu laundry rumahan ini pun berpesan kepada seluruh masyarakat untuk bergabung menjadi peserta JKN-KIS. Baginya lebih baik untuk mempersiapkan jaminan kesehatan jauh hari dibandingkan ketika memerlukan baru mendaftar.

“Tidak ada salahnya untuk mengurus jaminan kesehatan jauh-jauh hari, jangan sampai  pas sakit baru ngurus kartu JKN-KIS. Kita seharusnya bersyukur sudah disediakan jaminan kesehatan dimana bisa memilih sendiri kelas sesuai kemampuan bayar kita,” tutupnya. (HK/rr/amh).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *