Progres Museum Sejarah Gedung Juang Tambun Capai 30 Persen

TAMBUN SELATAN – Pemerintah Kabupaten Bekasi merealisasikan revitalisasi Gedung Juang 45 Tambun menjadi Museum Sejarah Kabupaten Bekasi. Anggaran sebesar 36 Miliar digelontorkan untuk membiayai revitalisasi pembangunan gedung tersebut. Saat ini progresnya mencapai 30 Persen.

Bupati Bekasi H Eka Supria Atmaja mengaku bangga, ditengah pandemi Covid-19, Kabupaten Bekasi masih bisa membuat pencapaian kinerja  dengan merealisaiskan revitaslisasi Gedung Juang 45 Tambun. Diharapkan gedung tersebut menjadi ikon atau kebanggan masyarakat Kabupaten Bekasi

“Saya sengaja datang kesini bersama seluruh kepala OPD untuk melihat kemajuan pembangunan museum ini alhamdulilah progresnya sudah 30 Persen. Nanti disini masyarakat akan bisa melihat dan cerita peradaban Kabupaten Bekasi dari masa ke masa sebagai sebuah pelajaran berharga,” ujarnya disela-sela kunjungan lansung melihat progres revitalisasi Gedung Juang 45 menjadi museum sejarah  Kabupaten Bekasi, di Desa Setia Darma, Kecamatan Tambun Selatanm, Kabupaten Bekasi, pada Kamis Sore (13/08/2020).

Disampaikannya generasi sekarang dan yang akan datang di Kabupaten Bekasi harus tahu sejarah serta jati dirinya. Salah satunya dengan mengunjungi Museum Sejarah Gedung Juang 45 Kabupaten Bekasi.

“Disini dihadirkan perjalanan Kabupaten Bekasi mulai dari pra sejarah, masa kerajaan, kolonialisme, masa kemerdekaan serta masa sekarang yaitu masa mengisi kemerdekaan,”tambahnya.

Untuk menarik banyak pengujung datang, pihaknya mendesain Museum Sejarah Gedung Juang 45 Kabupaten Bekasi dengan desain modern menggunakan berbagai teknologi yang dikolaborasi dengan konten-konten dengan teknik digital.

“Saya juga akan mengimbau kepada Dinas Pendidikan agar pelajar Kabupaten Bekasi bisa datang kesini. Saya yakin gedung ini akan menjadi kebanggan warga Kabupaten Bekasi,” terangnya.

Sementara itu Kepala Dinas Budaya, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bekasi, Rahmat Atong mengatakan

ide merevitalisasi Gedung Juang Tambun adalah untuk melestarikan warisan budaya Kabupaten Bekasi serta keinginan memiliki ikon atau kebanggan di Kabupaten Bekasi.

“Sebelumnya kita sampaikan ide ini kepada pa bupati, para tokoh serta budayawan ternyata mereka sangata antusias. Agar Gedung Juang ini bisa menunjukan keunikannya maka dibangun museum yang akan menjadi ikon di Kabupaten Bekasi. Alhamdulilah terealisiasi pada tahun ini anggaran sebesar Rp 36 Miliar digelontorkan dan sudah terwujud apa yang menjadi  ciata-cita  para budayawan, para pengiat sejarah terakumulasi dalam Gedung Juang ini, “ ujarnya.

Untuk bisa menjadi magnet para wisatawan belajar atau ingin tahu Kabupaten Bekasi, pihaknya menyediakan konten yang memadukan kondisi jaman sekarang atau milenial dengan masa lampau dengan memasukan unsur teknologi yang sangat langka yang di Indonesia baru hanya beberapa saja .

“Kita tunjukkan Kabupaten Bekasi memiliki sesuatu yang bisa dilirik pengunjung dan bukan hanya milik kebanggan Kabupaten Bekasi saja tapi seluruh rakyat Indonesia,”tambhanya.

Ia menyampaikan untuk makin ramai dan semarak selain konten pihaknya juga di sekitar museum akan jaga dibangun perpustakaan digital, museum benda, cafeteria dengan makanan dan minuman khas Kabupaten Bekasi serta  panggung permanen yang bisa dimanfaatkan oleh seniman untuk berkreasi.

“ Saya yakin itu akan rame dan aksi-aksi seniman akan kita tunggu disini,”

Rencananya pada akhir tahun atau Bulan Desember Museum Sejarah Gedung Juang 45 Kabupaten Bekasi akan selesai dibangun dan diresmikan serta bisa dinikmati seutuhnya oleh khalayak ramai khususnya warga Kabupaten Bekasi.

“Kita akan gratiskan dalam  beberapa waktu  atau mungkin selama setaun untuk warga Kabupaten bekasi agar bisa menikmati dan kedepannya jika pengunjungnya banyak akan kita jadikan sebagai sumber pendapatan asli daerah (PAD),” terangnya.(*/amh)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *