Jangan Gengsi Akui Manfaat Program JKN-KIS

BEKASI TERKINI, INFO KITA, KESEHATANDIBACA : 2.833 KALI

CIKARANG – Sebagai generasi muda yang sadar akan pentingnya jaminan kesehatan, Siti Aminah atau yang akrab dipanggil Siti (15) mendaftarkan diri sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Siti mengungkapkan walaupun dirinya masih belia, ia sadar bahwa jaminan kesehatan merupakan aset penting yang wajib dimiliki oleh setiap orang, tidak hanya untuk jangka pendek namun jangka panjang kedepannya.

“Program JKN-KIS itu penting, sekarang aja kalau kita mau berobat pasti ditanya mau menggunakan BPJS atau nggak. Kalau kita jawab pakai BPJS pasti ditanya faskesnya dimana. Lagi pula jaminan kesehatan kan juga buat jaga-jaga kalau kita sakit dan tidak ada biaya. Mungkin kalau tidak kita gunakan sekarang dapat berguna bagi peserta JKN-KIS yang lain dan bisa kita gunakan kemudian hari,” ujar Aminah, Rabu (26/02).

Siti yang saat ini merupakan siswi kelas 1 SMK Karya Bahana Mandiri 1 Padurenan ini mengatakan walaupun sebagai peserta JKN-KIS, masyarakat tidak perlu malu dan gengsi untuk dapat berobat menggunakan kartu JKN-KIS. Bahkan seharusnya berbangga karena dapat mengikuti atau taat pada regulasi yang ditetapkan pemerintah.

“Biasanya anak muda kan gengsi ditanya temennya semisal habis biaya pengobatan berapa dan pakai apa. Mereka malu untuk menjawab pakai kartu JKN-KIS. Kesannya kartu JKN-KIS hanya untuk yang tidak mampu. Padahal ga perlu gengsi, kan kartu JKN-KIS itu penting dan ngebantu yang lain juga. Selain itu harusnya kita bangga karena menjadi salah satu masyarakat yang taat akan regulasi pemerintah,” ujarnya.

Saat ditemui oleh tim Jamkesnews, ia menuturkan walaupun dirinya baru mendaftarkan diri menjadi peserta JKN-KIS. Ia sudah mengetahui begitu besar manfaat yang ia terima ketika sakit berdasarkan pengalaman kakek dan pamannya.

“Semua keluarga saya bahkan paman saya juga sudah menggunakan kartu JKN-KIS. Waktu itu kakek saya pernah operasi menggunakan kartu JKN-KIS  karena komplikasi di Rumah Sakit Daerah Kabupaten Bekasi. Uwak saya juga pernah menggunakan JKN-KIS ketika berobat karena sakit biasa. Sekarang saya juga ingin mendaftarkan diri menjadi peserta JKN-KIS karena saya yakin sakit itu tidak ada yang tahu kapan datangnya,” tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *