Agus Dahlan: BUMDes di Cikarang Selatan Harus Dikelola Profesional

BEKASI TERKINI, BUMDES, INFO KITADIBACA : 2.624 KALI

CIKARANG SELATAN – Tantangan bagi dirinya yang telah diamanatkan oleh bupati untuk memimpin Kecamatan Cikarang Selatan, apalagi dimasa pandemi korona covid-19, sehingga perekonomian masyarakat terpuruk. Salah satu alternatif untuk menghidupkan kembali perekonomian masyarakat, yakni dengan memaksimalkan potensi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Camat Cikarang Selatan Agus Dahlan mengakui, seperti kita ketahui bahwa sumber pendapatan asli desa ini, bisa bersumber dari bantuan pemerintah atau dari pendapatan asli desa. Nah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus pendapatan asli desa (PAD) harus dikembangkan melauli BUMDes, lantaran sesuai dengan Pasal 132 Undang Undang nomor 6 tahun 2014 tentang Desa, yang mempunyai kewenangan untuk melakukan bisnis di desa adalah BUMDes.

“Kondisi di Ciksel saat ini, BUMDes-nya seperti mati suri, ada tapi jalan ditempa. Saya sering memberikan arahan dan masukan kepada rekan didesa agar menghidupkan lagi,  supaya menjadi sumber pendapatan desa untuk APBDes,” tutur Agus kepada Formenews.id, kemarin.

Lanjut dia, karena potensi dan peluang di Cikarang Selatan sangat besar dan banyak. Dengan hadirnya kawasan industri, hotel, dan apartemen.

“Maka saat ini saya sedang mendorong BUMDes di Desa Sukaresmi agar menjadi percontohan di Cikarang Selatan. Alhamdulillah kemarin saya telah memfasilitasi dengan pengelola kawasan industri, seperti Lippo Cikarang, EJIP, dan Hyundai yang berada di wilayah Sukaresmi, agar BUMDes kedepannya bisa bekerja secara profesional, karena disana ada peluang-peluang bisnis, khususnya dengan rekan-rekan perusahaan di kawasan industri yang saling menguntungkan,” imbuhnya.

Misalkan, ucapnya lagi, perusahaan membutuhkan baju seragam untuk karyawannya, disitu peluang untuk bekerjasama dengan perusahaan tersebut. Maka BUMDes yang memfasilitasi, mencari tukang-tukang jahit yang ada di Desa Sukaresmi untuk membuat baju seragam. Maka ekonomi akan bergerak dan bisa mendapat pemasukan untuk desa.

“Ada lagi peluang lainnya seperti katering, BUMDes bisa juga suplai bahan baku dan bahan makanannya,” jelasnya.

Apalagi di Sukaresmi itu ada dua apartemen, di trivium dan di Omni. Penghuni apartemen itu kan biasanya malas untuk mencuci pakaiannya sendiri, disitu ada peluang untuk menawarkan jasa laundry. “Tapi alhamdulilah sekarang sedang berjalan, jasa laundrynya,” tuturnya.

“Mudah-mudahan kedepannya BUMDes bisa menjadi fasilitator dan penjebatan buat masyarakat, agar bekerjasama dengan kawasan industri. Jangan sampai hadirnya kawasan-kawsan industri di Cikarang menjadi peluang jangan sampai  seperti tikus mati dilumbung padi,” tutupnya. (agus/amh)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *