Kupas Tuntas Permainan Lato-Lato

ARTIKEL, INFO KITADIBACA : 2.848 KALI
Oleh: Neneng Harti Suswati, S.Pd, M.M, M.Si 

Tak tok tak tok … tak tok tak tok…. Suara Lato-lato.

Permainan lato-lato membutuhkan konsentrasi dan keseimbangan, memberikan kepuasan dan kebanggaan diri bagi yang memainkannya.

Hampir di semua tempat terdengar suara tak tok tak tok. Suara yang berasal dari lato-lato yang dimainkan. Bukan hanya anak-anak yang sibuk berlato-lato ria. Anak remaja maupun orang tua ikutmemainkannya.

Bukan hanya laki-laki yang sanggup dan mahir bermain lato-lato, wanita pun terlihat asyik berlato-lato. Permainan Lato-lato kembali viral karena banyaknya unggahan orang beraktivitas bermain lato-lato di media sosial terutama di media tik tok.

Apalagi ketika Presiden Indonesia Joko Widodo dan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil memainkan lato-lato didepan masyarakat pada saat kunjungan ke Subang. Kegiatan ini diposting di Instagram pribadi Ridwal kamil sehingga unggahan ini menarik perhatian followers.

Tak mudah memainkan lato-lato, berhati-hatilah bagi pemula jika ayunan bandul tidak seirama maka dapat mengenai tangan maupun badan bahkan mata. Walaupun permainan ini sulit karena membutuhkan konsentrasi dan keseimbangan akan tetapi memberikan kepuasan dan kebanggaan diri bagi yang memainkannya.

Tak tok tak tok … tak tok tak tok…. Suara lato-lato

Permainan lato-lato sempat popular di Indonesia pada era 80-an dan 90-an. Lato-lato adalah permainan

tradisional akan tetapi bukan berasal dari Indonesia. Permainan ini diduga berasal dari Argentina karena

bentuknya yang mirip senjata Argentina yaitu bolas atau boleadora (alat berburu primitif) pada era 60-an dan 70-an Pada awalnya bandul tidak terbuat dari plastic polimer seperti sekarang ini akan tetapi dari kaca.

Karena terbuat dari kaca akibat benturan bandul yang sangat kencang dapat menyebabkan pecahnya bandul. Pecahan kaca yang berasal dari bandul dapat mengenai tubuh terutama mata pemain bahkan orang disekitar pemain lato-lato. Oleh karena itu permainan lato-lato sempat ditarik dan dilarang untuk dimainkan pada waktu itu.

Walaupun pada saat ini bandul lato-lato terbuat dari plastic polimer bukan berarti sudah aman digunakan. Tak sedikit korban akibat permainan lato-lato terutama bagi pemula dan orang dengan tempramen tidak stabil. Di Amerika Serikat pada era 80-an dan 90-an pemerintah setempat mengeluarkan larangan permainan lato-lato karena dianggap berbahaya bagi si pemain maupun bagi orang lain serta lingkungannya.

Tak tok tak tok … tak tok tak tok…. Suara lato-lato

Semakin nyaring terdengar ketika bandul saling berbenturan dengan keras dan cepat. Dua bandul seukuran bola ping pong dengan untaian tali yang saling mengait dengan cincin ditengahnya. Cara memainkan dengan memegangnya didekat cincin dan mengangkat atau menjentikan pergelangan tangan menyebabkan benturan membuat irama tak tok tak tok yang beraturan. Lakukan secara perlahan kemudian secara konstan lebih cepat sehingga kedua bola beradu pada bagian bawah dan atas

tangan secara bergantian.

Permainan lato-lato mengingatkan kita pada pembelajaran Fisika SMP materi gerak suatu benda. Awal mula permainan lato-lato adalah sebuah media pembelajaran hukum Newton. Hukum dasar berupa pengaruh gaya terhadap perubahan gerak atau perpindahan kedudukan suatu benda.

Mengutip modul Kemendikbud Ilmu Pengetahuan Alam tepatnya adalah Hukum Newton 3 yaitu: ketika suatu gaya (aksi) diberikan pada suatu benda, maka benda tersebut akan memberikan gaya (reaksi) yang sama besar dan berlawanan arah dengan gaya yang diberikan. Penasarankan, yuks kita belajar lagi (*)

(*) Kepala Sekolah Penggerak SMPN 2 Babelan dan Anggota Dewan Eksekutif APKS PGRI Kab. Bekasi, APKS Guru Menulis

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *