Penerimaan Karyawan Diduga Lewat “Orang Dalam”, Warga Sukaresmi Geram

PERISTIWADIBACA : 220 KALI
Tokoh Pemuda Sukaresmi Ade Martin

BEKASI, Tarumanegaranews.id – Dugaan praktik rekrutmen tenaga kerja yang harus melalui “orang dalam” atau titipan pihak tertentu di salah satu perusahaan di Desa Sukaresmi, Kecamatan Cikarang Selatan, memicu keluhan masyarakat setempat.

Dugaan tersebut mencuat setelah seorang warga yang melamar pekerjaan mengaku mendapat pertanyaan janggal saat proses wawancara. Pelamar itu ditanya mengenai siapa yang membawanya atau merekomendasikannya masuk ke perusahaan tersebut. Ia menyatakan bahwa dirinya melamar secara mandiri tanpa perantara.

Meskipun telah mengikuti proses awal berupa tes psikotes pada 18 September 2025 dan wawancara pada 23 September, pelamar tersebut tidak pernah menerima panggilan lanjutan. Bahkan ketika perusahaan kembali membuka lowongan baru, lamaran yang dikirim ulang melalui email juga tidak mendapat respons.

“Saya mendapatkan keluhan warga yang cukup menarik. Saat dia mengirimkan lamaran pada Agustus 2025, ia mendapat panggilan tes. Namun saat wawancara ditanya ‘kamu bawaan siapa melamar ke sini’. Setelah itu tidak ada kabar lagi,” ungkap Ade Martin, pemuda Desa Sukaresmi, Kamis (4/12).

Ade awalnya menganggap pertanyaan tersebut masih wajar. Namun setelah pelamar—yang ia samarkan dengan nama Rifki—mengirim lamaran kedua tanpa memperoleh tanggapan, ia mulai curiga adanya praktik prioritas bagi pelamar titipan.

“Awalnya saya pikir pertanyaan itu biasa. Tapi ketika Rifki melamar lagi ke perusahaan yang sama dan tetap tidak mendapat respons, saya mulai mempertanyakan proses seleksinya,” ujarnya.

Ade menduga perusahaan tersebut lebih mengutamakan calon pekerja yang merupakan titipan atau rekomendasi pihak internal perusahaan. Menurutnya, jika benar demikian, perusahaan seharusnya tidak perlu membuka lowongan umum.

“Kalau memang hanya menerima pekerja titipan orang dalam, buat apa membuka lowongan? Itu justru menutup peluang warga yang ingin melamar secara mandiri,” tegasnya.

Ia berencana melaporkan dugaan tersebut kepada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi untuk meminta pengecekan terhadap proses rekrutmen perusahaan terkait.

“Dari kejadian ini saya akan mengadukan ke Disnaker. Mudah-mudahan ada solusi, mengingat pengurangan pengangguran adalah salah satu program Bupati kita, Bapak Ade Kuswara Kunang,” ujarnya.

Ade juga mengajak masyarakat Sukaresmi untuk memperjuangkan hak yang sama dalam memperoleh kesempatan kerja, terutama bagi warga yang masih menganggur.

“Saya mengajak warga Sukaresmi yang anak, ponakan, atau saudaranya butuh kerja agar bersama-sama memperjuangkan hak atas kesempatan yang adil,” pungkasnya.

Reporter : Manah/Agus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *