Jalan Raya Karangmulya–Sukamukti Rusak Parah, Jadi Usulan Prioritas Musrenbangdes 2026

KABAR DESADIBACA : 302 KALI

BEKASI, Tarumanegaranews.id – Kondisi Jalan Raya Karangmulya–Sukamukti yang merupakan jalan kabupaten di wilayah Desa Karangmulya, Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, kian memprihatinkan. Jalan tersebut rusak parah dan berlubang, sehingga menjadi usulan prioritas utama dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Tahun 2026 untuk perencanaan pembangunan daerah tahun anggaran 2027.

Musrenbangdes tersebut digelar di Aula Desa Karangmulya pada Kamis (15/1/2026). Pemerintah Desa Karangmulya menilai perbaikan Jalan Raya Karangmulya–Sukamukti sudah sangat mendesak karena merupakan akses vital masyarakat.

Kepala Desa Karangmulya, Jaka Suteja, mengatakan kerusakan jalan telah berlangsung cukup lama dan semakin parah sejak ambruknya Jembatan Cicangor di Kabupaten Karawang. Akibatnya, arus kendaraan berat seperti dump truck dialihkan melintasi Jalan Raya Karangmulya yang berstatus sebagai jalan kabupaten.

“Sejak pengalihan kendaraan berat itu, kondisi jalan semakin rusak. Banyak patahan beton dan lubang yang membahayakan pengendara, terlebih saat intensitas hujan tinggi seperti sekarang,” ujar Jaka Suteja yang akrab disapa Bang Golun, kepada awak media Tarumanegaranews.id, pada Kamis (15/1/2026).

Ia menambahkan, pengguna jalan, baik pengendara motor maupun mobil, harus ekstra hati-hati saat melintas di jalur tersebut.

Sementara itu, Sekretaris Desa Karangmulya, Ajun, menyampaikan bahwa dalam Musrenbangdes tahun ini pihak desa mengajukan 10 usulan prioritas pembangunan, yaitu:

1.Peningkatan Jalan Raya Karangmulya–Sukamukti. Panjang 5 Km, lebar 7 meter, tebal 30 cm.

2.U-Ditch Jalan Lingkungan Kampung Kojengkang RT 006 RW 003. Panjang 200 meter, lebar 50 cm, tinggi 50 cm.

3.Rabat Beton Kampung Cikurba RT 012 RW 006. Panjang 1,5 Km, lebar 3 meter, tebal 15 cm.

4. TPT Situ Abidin Kampung Bedeng RT 007 RW 004. Panjang 3 Km, lebar 30 cm, tinggi 3 meter.

5.Rabat Beton Jalan Lingkungan Kampung Cipereng RT 005 RW 003. Panjang 500 meter, lebar 2,5 meter, tebal 15 cm.

6.TPT Jalan Lingkungan Kampung Kojengkang RT 006 RW 003. Panjang 500 meter, lebar 30 cm, tinggi 1,5 meter.

7.Rabat Beton Jalan Lingkungan Kampung Bedeng RT 007 RW 004. Panjang 500 meter, lebar 3 meter, tebal 15 cm.

8.Rabat Beton Kampung Cibuluh RT 003 RW 002. Panjang 400 meter, lebar 3 meter, tebal 15 cm.

9.Rabat Beton Kampung Cirateun RT 010 RW 005. Panjang 500 meter, lebar 4 meter, tebal 15 cm.

10.TPT Kali Ciloa Kampung Bedeng RT 008 RW 004. Panjang 500 meter, lebar 30 cm, tinggi 1,5 meter.

“Semoga 10 usulan prioritas ini dapat direalisasikan pada tahun anggaran 2027,” harap Ajun.

Keluhan juga datang dari warga setempat. Karman, salah satu warga Desa Karangmulya, mengatakan kerusakan jalan semakin parah sejak dijadikan jalur alternatif kendaraan berat pasca-ambruknya Jembatan Cicangor.

Menurutnya, jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat menuju ibu kota Kecamatan Bojongmangu, Kantor Pemerintah Kabupaten Bekasi, serta penghubung ke Desa Karang Indah dan perbatasan Kabupaten Bogor.

“Padahal jarak ke kantor kecamatan hanya sekitar 6 kilometer. Kami berharap pemerintah daerah lebih serius dan segera memperbaiki jalan ini,” ungkap Karman.

Di tempat yang sama, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Karangmulya, Aboh, menyampaikan bahwa aspirasi warga terkait kerusakan jalan telah ditampung dan disampaikan melalui Musrenbang di tingkat desa maupun kecamatan.

“Kami berharap bisa direalisasikan melalui Anggaran Belanja Tambahan Kabupaten Bekasi. Jika belum memungkinkan, semoga bisa masuk dalam anggaran tahun 2026,” tuturnya.

Reporter : Manah/Agus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *