Dapur MBG SPPG 02 dan 04 Cibarusah Kota Diresmikan, MGB Siap Dukung sebagai Supplier Produk Lokal

ADVERTORIAL_DIBACA : 538 KALI

CIBARUSAH, Tarumanegaranews.id — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mulai direalisasikan secara bertahap di berbagai daerah, termasuk di wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Program ini bertujuan meningkatkan pemenuhan gizi bagi pelajar dari tingkat SD hingga SMA/SMK, baik negeri maupun swasta, serta mendukung pemenuhan gizi balita melalui posyandu di seluruh desa.

Sebagai bagian dari implementasi program tersebut, dapur MBG milik Yayasan Assalaam Makmur Madani untuk SPPG 02 dan SPPG 04 Cibarusah Kota resmi dioperasikan pada Selasa (17/3/2026).

Peresmian dilakukan secara simbolis oleh H. Munawar Fuad Noh dan dihadiri sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, pelaku usaha, serta unsur TNI dari Komando Distrik Militer 0509/Kabupaten Bekasi yang diwakili oleh Danramil 09 Cibarusah, Inf. Kurija.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua Babad Milenial Gadget Bersatu (MGB) Kabupaten Bekasi, H. Dewan Muhtar, yang menyatakan komitmennya untuk turut mendukung ekosistem program MBG di wilayah Cibarusah Kota.

Menurut H. Dewan Muhtar, meskipun pihaknya tidak berada secara langsung dalam struktur organisasi program MBG, MGB tetap ingin mengambil peran dalam mendukung keberlangsungan program tersebut melalui sektor kewirausahaan.

“Walaupun kami tidak berada langsung di dalam struktur organisasi yang ada, kami tetap memiliki perhatian dan komitmen untuk menjadi bagian dari ekosistem yang sedang dibangun di wilayah Cibarusah Kota ini,” ujar Dewan Muhtar kepada media.

Ia menjelaskan, komunitas Milenial Gadget Bersatu kabupaten bekasi ini yang beranggotakan para entrepreneur muda siap bersinergi dengan berbagai pihak untuk mendukung kebutuhan dalam program MBG, termasuk dengan menjadi supplier berbagai kebutuhan dapur program tersebut.

“Kami ingin berkontribusi sebagai supplier terbaik dalam mendukung berbagai program yang berjalan di wilayah ini. Produk yang kami tawarkan memiliki kualitas terbaik dan sebagian besar merupakan produk lokal,” katanya.

H. Dewan juga menekankan pentingnya memprioritaskan produk dari daerah sendiri sebelum membeli dari luar daerah. Menurutnya, langkah tersebut dapat membantu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya para pelaku usaha muda.

“Kalau kita memiliki kemampuan untuk menyediakan kebutuhan dari daerah sendiri, mengapa harus mengambil dari luar? Dengan begitu, kita juga turut membantu mengembangkan ekonomi masyarakat lokal,” ujarnya.

Ia menambahkan, hingga saat ini MGB telah membangun sekitar tujuh ekosistem kerja sama dengan berbagai pihak. Namun demikian, pihaknya tetap selektif dalam memilih mitra guna memastikan kerja sama yang terjalin dapat berjalan aman, konsisten, dan saling menguntungkan.

Menurut dia, program MBG membuka peluang ekonomi baru karena setiap kecamatan kini memiliki dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) beserta ekosistem pendukungnya. Hal tersebut menimbulkan berbagai kebutuhan logistik, mulai dari air, beras, sayuran, hingga kebutuhan distribusi lainnya.

“Kesempatan ini seharusnya bisa dimanfaatkan oleh para pelaku usaha lokal. Jangan hanya menjadi penonton, tetapi berani mengambil bagian dalam ekosistem yang sedang berkembang ini,” kata H. Dewan.

Ia juga mengajak para pengusaha muda untuk tidak mudah menyerah dalam menawarkan produk mereka kepada berbagai pihak.

“Selama produk yang kita tawarkan memiliki harga yang kompetitif dan kualitas yang terjamin, peluang untuk berkembang akan selalu terbuka,” ujarnya.

Saat ini, kata dia, kerja sama MGB masih difokuskan di wilayah Kabupaten Bekasi. Namun pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk memperluas kerja sama ke daerah lain apabila terdapat peluang di masa mendatang.

Sementara itu, pimpinan dapur MBG Yayasan Assalaam Makmur Madani, H. Munawar Fuad Noh, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar program MBG dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, pelaku usaha, serta masyarakat, agar program tersebut dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Acara peresmian dapur MBG tersebut kemudian ditutup dengan kegiatan buka puasa bersama (bukber) yang diikuti oleh seluruh tamu undangan yang hadir.

Reporter : Manah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *