MUI Kabupaten Bekasi Siapkan Lomba Sholawat Berbasis Digital, Perkuat Persaudaraan Ormas Islam

ADVERTORIAL_DIBACA : 58 KALI

CIKARANG PUSAT, Tarumanegaranews.id — Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Bekasi menggelar rapat persiapan Lomba Sholawat dalam rangka Milad MUI ke-51 Tahun 2026 di Ruang Rapat MUI Kabupaten Bekasi, Kompleks Pemkab Bekasi, Rabu (13/05/2026). Kegiatan tersebut akan memperebutkan Piala Bergilir Bupati Bekasi dan Piala Bergilir Ketua MUI Kabupaten Bekasi.

Pelaksanaan lomba melibatkan empat komisi di lingkungan MUI Kabupaten Bekasi, yakni Komisi Seni Budaya Islam, Komisi Kesehatan Masyarakat, Komisi Informasi dan Komunikasi (Infokom), serta Komisi Koperasi dan UMKM.

Kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai ajang syiar Islam, tetapi juga menjadi wadah penguatan ukhuwah dan adaptasi dakwah berbasis teknologi digital.

Ketua MUI Kabupaten Bekasi, KH Prof Mahmud berharap materi sholawat yang dilombakan memiliki sanad dan nilai keteladanan yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Harapannya ada materi sholawatan yang bersanad, sehingga ada atsar atau jejak yang bisa dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Jadi sholawat kita punya dampak yang baik di masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mendorong agar pelaksanaan lomba dilakukan dengan pendekatan digital. Menurutnya, pemanfaatan teknologi informasi menjadi langkah penting agar kegiatan MUI lebih efektif, efisien, dan menjangkau masyarakat lebih luas.

“Kita ini punya fasilitas Kominfo, jadi saya berharap lomba-lomba nanti berbasis digital. Mungkin nanti finalnya tiga besar baru tampil langsung. Selebihnya bisa melalui audisi berbasis IT dan disebarkan melalui platform digital seperti YouTube, dan lainnya,” katanya.

Menurutnya, pola digitalisasi tersebut menjadi bukti bahwa MUI mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dakwah dan syiar Islam.

“Bagaimana peralatan yang kita miliki ini termanfaatkan dan sekaligus menjadi bukti bahwa MUI beradaptasi dengan situasi dan kondisi. Kalau semuanya manual tentu membutuhkan biaya besar, sementara prinsip efisiensi juga harus kita jalankan,” tambahnya.

Selain membahas lomba sholawat, KH Prof Mahmud juga menyampaikan gagasan pembentukan “Piagam Bekasi Ormas Islam” sebagai komitmen bersama antarorganisasi Islam di Kabupaten Bekasi dalam menjaga persatuan dan kondusivitas daerah.

Ia menilai perbedaan pandangan di tengah organisasi Islam merupakan hal wajar, namun tidak boleh menjadi pemicu perpecahan maupun saling membully di ruang publik.

“Kita boleh berbeda, tapi tetap bersaudara. Jangan perbedaan yang diperbesar, tetapi persaudaraan yang dikuatkan,” tegasnya.

Rencananya, piagam tersebut akan melibatkan berbagai tokoh ormas Islam dan elemen masyarakat di Kabupaten Bekasi, dengan dukungan pemerintah daerah serta unsur Forkopimda sebagai bentuk komitmen bersama dalam mengawal pembangunan dan menjaga keharmonisan daerah.

“MUI ingin semua elemen punya semangat yang sama untuk menjaga Bekasi, membangun Bekasi, agar daerah ini semakin aman, maju, dan sejahtera,” tandasnya. (Manah/Agus)

REPORTER : TATA JAELANI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *