Konker PGRI Cibitung Perkuat Sinergi Tingkatkan Kompetensi Guru Menuju Pendidikan Berkualitas

PENDIDIKANDIBACA : 53 KALI

CIBITUNG, Tarumanegaranews.id – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Cibitung menggelar Konferensi Kerja (Konker) I Masa Bhakti XXIII Periode 2026 di Taman Pesona Wanajaya, Kecamatan Cibitung, Senin (29/6/2026). Forum tahunan tersebut menjadi momentum evaluasi program kerja selama satu tahun sekaligus penyusunan arah kebijakan organisasi untuk memperkuat kualitas layanan pendidikan di wilayah Cibitung.

Ketua PGRI Cabang Cibitung, Hj. Siti Maesaroh, menjelaskan bahwa konferensi kerja merupakan agenda strategis organisasi untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan program sejak September 2025 hingga Juni 2026, sekaligus merancang program prioritas pada periode berikutnya.

“Konferensi kerja ini menjadi forum untuk melaporkan seluruh program yang telah kami laksanakan selama satu tahun sekaligus menyusun program kerja berikutnya agar seluruh pengurus ranting dan anggota PGRI Cabang Cibitung memiliki arah gerak yang sama dan semakin bersinergi,” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan tetap menjadi fokus utama organisasi. Berbagai program pengembangan kapasitas akan terus diperkuat melalui kolaborasi dengan PGRI Kabupaten Bekasi, PGRI Provinsi Jawa Barat hingga PGRI Pusat.

Maesaroh mengatakan, organisasi juga terus berupaya memperjuangkan kesejahteraan guru sejalan dengan motto PGRI bahwa guru harus bahagia agar mampu memberikan layanan pendidikan terbaik kepada peserta didik.

“Kami terus bersinergi dengan PGRI Kabupaten Bekasi untuk memperjuangkan kesejahteraan guru. Harapan kami sederhana, yaitu guru bahagia sehingga dapat bekerja secara profesional dan memberikan pendidikan terbaik,” katanya.

Ia mengungkapkan, kondisi guru di Kecamatan Cibitung saat ini semakin baik. Seluruh guru yang sebelumnya belum terdata dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) telah terselesaikan melalui pengangkatan sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Sementara kebutuhan tenaga non-ASN disesuaikan dengan ketentuan pemerintah melalui penugasan pada bidang ekstrakurikuler.

Selain itu, PGRI Cabang Cibitung telah melaksanakan berbagai inovasi peningkatan kapasitas guru, di antaranya In House Training (IHT) tentang penanganan peserta didik berkebutuhan khusus yang menjadi salah satu program unggulan di tingkat cabang.

“Ke depan kami akan terus memperbanyak IHT dan program peningkatan kompetensi guru maupun tenaga kependidikan. Semua itu harus dilakukan melalui kolaborasi yang kuat dengan berbagai pihak agar berjalan optimal,” jelasnya.

Tak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi akademik, PGRI Cabang Cibitung juga mempertahankan program pengembangan minat dan bakat, seperti kompetisi futsal antarguru yang telah menjadi salah satu program unggulan organisasi.

Di sisi lain, Maesaroh menilai kesejahteraan guru di Cibitung terus mengalami peningkatan, terutama setelah banyak guru diangkat menjadi PPPK. Ia juga menyebut pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru (PPG) di wilayah Cibitung telah hampir mencapai 100 persen.

Menutup keterangannya, Maesaroh mengajak seluruh guru untuk terus menjaga komitmen profesionalisme sesuai ketentuan yang berlaku, mulai dari pemenuhan beban kerja, administrasi pembelajaran, pengembangan kompetensi melalui Kelompok Kerja Guru (KKG), hingga kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

“Mari kita terus meningkatkan profesionalisme, berkolaborasi, dan memberikan pelayanan pendidikan terbaik agar guru-guru di Cibitung semakin maju, berkualitas, dan mampu mencetak generasi penerus bangsa yang unggul,” pungkasnya.(Red)

REPORTER : TATA JAELANI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *