CIKARANG TIMUR, Tarumanegaranews.id – Pemerintah Kabupaten Bekasi menegaskan dukungannya terhadap penyelenggaraan Bekasi Bersholawat sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan karakter masyarakat melalui pendekatan spiritual. Kegiatan yang diinisiasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bekasi itu dinilai menjadi penguat ikhtiar lahir dan batin dalam mewujudkan Kabupaten Bekasi yang bangkit dan sejahtera.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asda I) Setda Kabupaten Bekasi, Hudaya, mengatakan pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada program fisik dan ekonomi, tetapi juga memerlukan penguatan nilai-nilai spiritual di tengah masyarakat.
“Kita membangun Kabupaten Bekasi tidak cukup hanya dengan upaya-upaya normatif. Pembangunan juga harus diperkuat dengan ikhtiar spiritual agar masyarakat memiliki semangat, optimisme, dan kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan,” ujar Hudaya saat menghadiri Bekasi Bersholawat di Gedung Graha Pariwisata, Kompleks Stadion Wibawa Mukti, Cikarang Timur, Rabu (29/7/2026).
Menurutnya, Bekasi Bersholawat menjadi wadah syiar Islam sekaligus momentum mengajak masyarakat membiasakan membaca sholawat sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus menjadi agenda rutin yang memperkuat kehidupan religius masyarakat Kabupaten Bekasi.
Hudaya menegaskan Pemerintah Kabupaten Bekasi mendukung penuh berbagai program keagamaan yang digagas MUI karena selaras dengan visi pembangunan daerah yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pembentukan karakter masyarakat.
“Pemda sangat mendukung program-program MUI Kabupaten Bekasi karena sejalan dengan visi dan misi pembangunan Kabupaten Bekasi,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten Bekasi, Prof. KH. Mahmud, mengatakan Bekasi Bersholawat merupakan rangkaian peringatan Milad MUI ke-51 sekaligus menyambut Hari Jadi Kabupaten Bekasi dan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ia menjelaskan, berbagai tantangan di bidang ekonomi, sosial, dan budaya membutuhkan ikhtiar bersama seluruh elemen masyarakat. Karena itu, selain ikhtiar lahir melalui pembangunan, diperlukan pula ikhtiar batin melalui doa dan pembiasaan membaca sholawat.
“Sholawat merupakan salah satu bentuk doa yang memiliki banyak keutamaan. Melalui kegiatan ini kami ingin membangun budaya bersholawat di tengah masyarakat agar menjadi kebutuhan, bukan sekadar kegiatan seremonial,” ujarnya.
Prof. KH. Mahmud mengibaratkan ikhtiar lahir dan batin seperti dua sisi ban kendaraan yang harus sama-sama kuat agar mampu membawa Kabupaten Bekasi bergerak menuju kondisi yang lebih baik. Menurutnya, pemerintah menjalankan pembangunan fisik, sedangkan MUI mengambil peran memperkuat spiritual masyarakat melalui dakwah dan doa.
Ia berharap sinergi antara ulama dan umara terus terjalin sehingga pembangunan Kabupaten Bekasi berjalan seimbang, baik dari sisi material maupun spiritual. (red)
Reporter : Ta/Mnh/ags
Bekasi Bersholawat Perkuat Ikhtiar Spiritual Wujudkan Kabupaten Bekasi Bangkit dan Sejahtera









