Diduga Korban Manipulasi Data Bansos, Warga Berstatus PPPK Masuk Daftar Penerima BLTS Kesra di Desa Sukadarma

PERISTIWADIBACA : 67 KALI

SUKATANI, Tarumanegaranews.id – Dugaan manipulasi data sehingga salah sasaran dalam penyaluran Bantuan Langsung Tunai Kesra atau BLTS Kesra mencuat di Desa Sukadarma. Nama Widie Intan Wulandari tercatat sebagai penerima bantuan periode Oktober–Desember 2025, namun yang bersangkutan mengaku tidak pernah menerima dana tersebut.

Berdasarkan data “Riwayat Bansos” yang diterima redaksi, nama WIDIE INTAN WULANDARI terdaftar menerima BLTS Kesra sebesar Rp900.000. Penyalur tertera PT POS dengan status transaksi “Sukses Top up”.

Masalah ini baru diketahui Widie setelah dipanggil oleh atasannya. Ia diminta mengembalikan uang ke negara karena statusnya sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau P3K yang tidak memenuhi syarat sebagai penerima bansos.

“Faktanya saya tidak pernah terima uang itu sama sekali. Tahu-tahu nama saya muncul di data penerima dan sekarang diminta mengembalikan,” ujar Widie.

Widie menunjuk perwakilan keluarga Heru Budian Timor yang akrab disapa Heru, selaku Kakak Sepupu Widie, untuk mengonfirmasi persoalan ini ke pihak Desa Sukadarma.

Heru meminta agar kasus ini diusut secara terang benderang. Ia menduga ada kelalaian atau bahkan kesengajaan dari oknum tertentu dalam pendataan penerima yang mengatasnamakan Widie, namun yang menerima bantuan justru orang lain.

“Kami minta ini dibuka seterang-terangnya. Kalau terbukti ada unsur kesengajaan, dari oknum yang memanipulasi data Adik saya sebagai penerima bantuan, kami akan membawa persoalan ini ke Hukum untuk diproses lebih lanjut sesuai aturan dan undang-undang pidana,” tegas Heru.

Lebih lanjut Heru mengatakan, tidak tertutup kemungkinan kasus serupa bisa terjadi lagi sama warga lain, sehingga di duga korban nya bukan hanya Widie seorang, mungkin hanya korban lain tidak berani speak up di publik.

“Saya menduga Dengan kasus yang di alami adik saya, tidak tertutup kemungkinan masyarakat lain juga banyak jadi korban, entah manipulasi data , salah sasaran ataupun pemotongan bantuan dari oknum tertentu, makanya masyarakat harus berani melawan ketidak Adilan ini, gimana masyarakat Desa Sukadarma bisa sejahtera, kalau masih banyak oknum nakal bermain di ranah bantuansosial seperti ini,” imbuhnya

Terpisah, menanggapi hal tersebut, Kaur Kesra Desa Sukadarma, Jaenudin, mengatakan pihaknya akan segera menelusuri dugaan kekeliruan dalam penyaluran tersebut.

“Secepatnya kita akan melakukan pengecekan, nanti segera saya informasikan kepada yang bersangkutan,” ujar Jaenudin saat dikonfirmasi di Desa Sukadarma.

Kasus ini menambah daftar panjang persoalan validasi data penerima bantuan sosial. Keluarga berharap pemerintah daerah segera melakukan verifikasi ulang agar bantuan tepat sasaran dan tidak merugikan warga yang tidak berhak maupun yang seharusnya berhak. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *