Festival Bank Sampah Cibitung Perkuat Kolaborasi dan Ekonomi Sirkular

BEKASI TERKINIDIBACA : 30 KALI

CIBITUNG, Tarumanegaranews.id – Kecamatan Cibitung, terus mendorong penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor. Upaya tersebut diwujudkan melalui Festival Bank Sampah Kecamatan Cibitung 2026 bertema Kolaborasi Bank Sampah untuk Mewujudkan Kecamatan Cibitung yang Bersih, Sehat, Bernilai Ekonomi, dan Berkelanjutan di Aula Serbaguna Guna RW 18, Kelurahan Wanasari, Minggu (11/10/2026).

“Peran kita sebagai masyarakat dan rumah tangga harus semakin kuat. Sampah jangan dibuang sembarangan, tetapi dipilah dan diolah agar menjadi produk yang bernilai ekonomi. Sampah plastik bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku industri maupun kerajinan, sedangkan sampah organik dapat diolah menjadi kompos,” ujar Camat Cibitung Encun Sunarto

Ia mengapresiasi penyelenggaraan festival yang menjadi sarana edukasi sekaligus penguatan peran masyarakat dalam mengurangi timbulan sampah. Menurutnya, pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah tangga melalui pemilahan dan pemanfaatan kembali agar tidak seluruhnya berakhir di tempat pembuangan akhir.

“Harapan saya, sampah yang keluar dari lingkungan perumahan semakin sedikit karena sudah diselesaikan dari rumah. Kalau mobil pengangkut sampah datang, sampahnya sudah habis diolah. Bahkan, yang dihasilkan justru produk pengolahan yang mempunyai nilai ekonomi. Itu yang ingin kita wujudkan bersama,” tegasnya.

Ia menyampaikan, berdasarkan data yang disebutkan dalam kegiatan tersebut, produksi sampah di Kabupaten Bekasi diperkirakan mencapai 2.300 ton per hari. Kondisi ini membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat untuk mengurangi sampah sejak dari sumbernya, mengingat kapasitas penanganan sampah di tempat pembuangan akhir masih terbatas.

“Festival ini menjadi ajang untuk memberikan apresiasi kepada bank sampah unit yang sudah bergerak dan menunjukkan hasil. Kami menyadari para penggiat bank sampah bekerja dengan penuh kesabaran dan ketekunan. Karena itu, mereka membutuhkan perhatian, pendampingan, dan penyemangat agar terus konsisten mengedukasi masyarakat,” ungkap Fitri.

Encun juga mendorong agar bank sampah semakin berkembang di lingkungan permukiman. Sampah plastik yang telah dipilah dapat dikumpulkan melalui bank sampah unit untuk kemudian disalurkan ke koperasi pengelola sampah, sedangkan sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi kompos atau bahan pendukung budidaya maggot.

Selain menekankan manfaat ekonomi, Encun mengingatkan masyarakat agar memperhatikan aspek keselamatan lingkungan. Kondisi cuaca panas berpotensi meningkatkan risiko kebakaran, sehingga warga diminta tidak membakar sampah sembarangan dan selalu mengawasi apabila melakukan pembakaran yang diperbolehkan.

“Dalam kegiatan ini, pemerintah hadir, perusahaan ikut mendukung, pelajar kita libatkan, dan masyarakat menjadi bagian penting dari gerakan. Inilah kolaborasi yang harus terus diperkuat. Kami juga mendorong terwujudnya satu RW satu bank sampah agar pengelolaan sampah bisa semakin dekat dengan masyarakat,” jelas Fitri.

Sementara itu, Ketua Panitia Festival Bank Sampah Kecamatan Cibitung 2026, Fitri U, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan penyelenggaraan kedua yang dirancang untuk memperkuat semangat para penggiat bank sampah. Festival juga menjadi wadah pemberian apresiasi kepada kelompok yang dinilai aktif menjalankan pengelolaan sampah di wilayah masing-masing.

“Sekolah juga memiliki peran penting dalam gerakan ini. Sampah plastik dari kemasan minuman dan makanan yang dihasilkan dalam aktivitas belajar perlu dipilah dan dikelola agar tidak mencemari lingkungan serta berpotensi dimanfaatkan kembali,” ujar Fitri.

Ia mengatakan, panitia telah melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap bank sampah unit di sejumlah desa dan kelurahan di Kecamatan Cibitung. Kegiatan tersebut dilakukan untuk melihat perkembangan pengelolaan sampah sekaligus menentukan kelompok yang layak mendapatkan apresiasi atas kontribusinya dalam menjaga lingkungan.

“Dukungan berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk menjaga konsistensi para penggiat bank sampah sekaligus memperluas jangkauan edukasi lingkungan di Kecamatan Cibitung,” ungkap Fitri.

Menurut Fitri, keberhasilan pengelolaan sampah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, komunitas, hingga masyarakat dan kalangan pendidikan. Kolaborasi tersebut diperlukan agar edukasi lingkungan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi kebiasaan yang diterapkan secara berkelanjutan.

“Melalui pendampingan dan apresiasi, setiap kelompok diharapkan semakin termotivasi mengembangkan kegiatan pengelolaan sampah yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” jelas Fitri.

Ia menambahkan, keterlibatan sekolah menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan gerakan bank sampah. Sampah plastik dari kemasan minuman dan makanan yang dihasilkan dalam aktivitas belajar perlu dipilah dan dikelola agar tidak mencemari lingkungan serta berpotensi dimanfaatkan kembali.

“Festival ini diharapkan semakin memperkuat gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumbernya. Kolaborasi yang berkelanjutan diharapkan mampu mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat sekaligus meningkatkan nilai ekonomi sampah bagi masyarakat,” ujar salah satu panitia.

Fitri berharap dukungan berbagai pihak dapat menjaga konsistensi para penggiat bank sampah sekaligus memperluas jangkauan edukasi lingkungan di Kecamatan Cibitung. Melalui pendampingan dan apresiasi, setiap kelompok diharapkan semakin termotivasi mengembangkan kegiatan pengelolaan sampah yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Festival Bank Sampah Kecamatan Cibitung 2026 turut dihadiri Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Jawa Barat VII yang meliputi Kabupaten Bekasi, Karawang, dan Purwakarta, H. Jalal Abdul Nasir, serta Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Budi Muhammad Mustofa. Kegiatan tersebut juga melibatkan unsur pemerintah, pelaku usaha, komunitas lingkungan, dan perwakilan sekolah.

“Kolaborasi yang berkelanjutan diharapkan mampu mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat sekaligus meningkatkan nilai ekonomi sampah bagi masyarakat,” ujar panitia. (Mnh/Amh/Ags)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *