Mensos Agus Guniwang Salurkan Bansos Non Tunai untuk Warga Bekasi

BEKASI TERKINI, INFO KITADIBACA : 6.025 KALI

BEKASI SELATAN – Bertempat di Graha Girsang, Bekasi Selatan, Menteri Sosial Republik Indonesia, Agus Guniwang Kartasasmita hadir di Kota Bekasi dalam acara Penyaluran Bantuan Sosial Non Tunai (BNT) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Program Keluarga Harapan (PKH) Kota Bekasi.

Wali Kota Bekasi, Dr. Rahmat Effendi mendampingi Menteri Sosial RI dan juga hadir Direktorat Jenderal Fakir dan Miskin Kementerian Sosial Republik Indonesia serta dari Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi memaparkan mengenai program yang diberikan oleh Kementerian Sosial berupa bantuan non tunai, maka program tersebut harus disyukuri untuk para warga khususnya di Kota Bekasi, membantu dari aspek kesosialisasian bagi para penerima bantuan, terkhusus di Kota Bekasi, dari Pemerintah Kota Bekasi memberikan jaminan kesehatan bagi warga Kota Bekasi berupa Kartu Sehat Berbasis NIK.

” Tidak menutup kemungkinan akan juga ada bantuan dana sosial dari Pemerintah Kota Bekasi melalui Kartu Berbasis NIK, karena di dalamnya selain dari segi kesehatan, pendidikan, disana juga ada bantuan dana sosial” ucap Rahmat Effendi.

Menurut data yang di dapat, bantuan komponen yaitu ibu hamil/balita bantuannya sebesar Rp 2,4 juta, SD Rp 900.000, SMP Rp 1,5 juta, SMA Rp 2 juta, disabilitas berat 2,4 juta dan lansia (usia 60 tahun ke atas) Rp 2,4 juta. Bantuan ini diberikan kepada pihak yang berhak dengan maksimal empat orang dalam satu Kartu Keluarga.

Agus Harfa selaku Sekretaris Dinas Sosial Kota Bekasi mengklarifikasi, pada tahun 2018 pemerintah pusat telah mengalokasikan bantuan PKH hingga Rp 53 miliar lebih. Bantuan itu diberikan secara empat tahap selama setahun dengan total nilai Rp 1.889.000 setiap KK. Untuk triwulan per pertama, kedua dan ketiga nilai bantuan yang disalurkan sebesar Rp 500.000. Sedangkan triwulan keempat sebesar Rp 389.000, sehingga total yang diterima setiap KK sebesar Rp 1.889.000 KK dalam setahun. (*/amh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *